Sabar Dalam Menghadapi Musibah adalah Kunci

Spread the love

Sabar adalah menahan diri dari segala macam bentuk kesulitan, kesedihan atau menahan diri dalam menghadapi segala sesuatu yang tidak disukai dan dibenci. Sabar itu penting dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Kata sabar itu sendiri lebih dari 90 kali diulang dalam al- Quran.

Kita diminta untuk bersabar kapan dan dimana saja. Karena hanya dengan sabar itulah, kita mampu menjalani keadaan apa pun yang sedang dihadapi.

Ada beberapa hal yang perlu direspon dengan sikap sabar, yaitu pertama jika kita ditimpa musibah, maka kita harus bersabar dan mengucapkan kalimat “inna lillahi wa inna ilaihi rajiun”. Pada saat itu hendaklah manusia mengembalikannya kepada Allah Swt yang mengetahui segala sesuatu dari hambanya.

Kedua, bersabar menghadapi rutinitas ibadah sehari-hari. Dalam menjalankan ketaatan dan perintah Allah SWT akan terasa berat sehingga membutuhkan kesabaran yang tinggi. Seperti contoh sabar dalam menahan diri dari sifat malas agar tetap istiqomah dalam menjalankan kewajiban sholat tepat pada waktunya, menjalankan sholat selalu berjamaah, sabar menjalankan puasa dengan menjaga lisan, hati dan pikiran, sabar dalam menuntut ilmu dan lain sebagainya.

Ketiga adalah menjauhi maksiat dan kedzaliman. Segala sesuatu yang haram dan dilarang Allah SWT hendaknya dijauhi. Segala bentuk maksiat dan kedzaliman itu menyenangkan, tetapi Allah melarangnya sehingga orang-orang beriman diharuskan untuk menjaga dan menahan diri dari segala bentuk maksiat dan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT.

Seorang muslim agar bersabar dalam menjalani rutinitasnya sehari-hari, baik di rumah, di kantor atau dalam masyarakat. Seorang bos harus bersabar menghadapi bawahannya dan sebaliknya bawahan harus bersabar melaksanakan perintah bosnya, kesabaran itu timbal balik bukan satu arah.

Ujian adalah sunatullah yang diberikan Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dengan begitu, Allah Swt mengetahui hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam keimanannya dan seberapa besar sabarnya. Allah Swt berfirman dalam surah Muhammad (QS 47: 31), “Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-banar berjihad dan bersabar diantara kamu, … ”

Kesabaran dapat mengubah suasana musibah menjadi kenikmatan. Sebab, pahala yang tersedia baginya jauh lebih besar daripada penderitaannya. Kesabaran menjadi senjata orang beriman dalam menghadapi ujian. Allah SWT menggambarkan mereka yang bersabar dengan begitu banyak derajat dan kebaikan.  Mereka pun dijanjikan imbalan yang begitu besar. “Dan sungguh Kami akan benar-benar memberi balasan kepada orang-orang yang bersabar dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl: 96).

Tidak ada upaya pendekatan kepada Allah SWT melainkan pahalanya ditentukan dan dihitung kecuali sabar. Allah menjanjikan, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah: 153).

Sabar adalah sebuah ungkapan mengenai teguhnya motivasi agama dalam menghadapi motivasi hawa nafsu. Setiap hamba perlu bersabar pada segala hal yang menimpanya, baik sesuai dengan keinginan maupun tidak.

Menurut Imam Al Ghazali, kesabaran itu memiliki kedudukan yang paling tinggi. Derajat kesabaran dalam musibah hanya dapat diperoleh dengan meninggalkan kesedihan yang amat dalam. Sikap ridha dengan ketetapan Allah Swt serta meyakini itu adalah titipan yang diambil kembali Pemiliknya merupakan sikap terbaik sebagai hamba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *