PKS Pasar Minggu Fasilitasi Puluhan Lajang Belajar iImu Pernikahan

Spread the love

lajang - pernikahan

Puluhan akhwat lajang Pasar Minggu mengikuti Seminar Pra Nikah dengan mengangkat tema “Menikahlah di Jalan Dakwah”. Seminar ini digelar oleh Rumah Keluarga Indonesia (RKI) DPC PKS Pasar Minggu di Masjid Al Muslimun Jakarta, Sabtu (21/5).

Dalam seminar ini drg. Erna selaku ketua panitia menyampaikan bahwa tujuan diadakannya seminar ini adalah untuk pembekalan kepada para lajang menuju gerbang pernikahan sehingga kelak para lajang siap untuk terus mengamalkan kebaikan yang diketahuinya dalam rumah tangga sepanjang hidupnya.

Panitia menghadirkan dua pembicara yang memiliki keilmuan dalam bidang pernikahan, kedua pembicara ini hadir dengan mengupas penjabaran pernikahan dengan dua gaya yang berbeda. Pembicara pertama yaitu Ustadzah Nurhamidah Lc M.Ag membahas pernikahan dari sisi agama (syari’ah). Isi materi kedua yaitu pembahasan dari sisi psikologi dengan pemateri Ustadz Muhammad Iqbal PhD, masing – masing pemateri diberikan waktu selama 1 jam untuk membahas materi.

Ustadzah Nurhamidah membahas materi dengan judul “Bersama Dakwah Aku Menikah” beliau menyampaikan bahwa maksud dari judul ini adalah agar para lajang akan tetap menjadi kader dakwah yang aktif walau nanti sudah menikah, jalan bersama dalam dakwah dan saling menguatkan dalam keadaan apapun. Dalam menikah, ada tiga prinsip dalam pernikahan yang wajib dijalankan yaitu mengedepankan aqidah, akhlak, interaksi dengan Allah dan manusia serta menjadikan berbagai kisah yang ada di dalam Al Qur’an sebagai bahan pembelajaran. Keluarga dakwah adalah sebuah keluarga yang saling memberikan ketenangan dan memberikan kenyamanan. Ada tipe keluarga yang seperti arena tinju dimana pertarungan selalu hadir, ada juga yang seperti kuburan dimana pasangan berdampingan namun hanya saling diam, dan ada juga seperti pasar dimana sang istri sebagai penjual dan suami sebagai pembeli dimana keduanya akan bertransaksi jika ada proses jual beli. Baik itu keluarga tipe ring petinju, kuburan, atau pun pasar  bukan merupakan tipe keluarga yang dimaksud sebagai keluarga dakwah.

Sementara pembicara kedua Ustadz Iqbal membuka materi yang berjudul “Menikah di Jalan Dakwah” dengan pertanyaan “bisa dandan? Bisa baca Al Qur’an? BISA MOVE ON?” Sontak para lajang tertawa mendengarnya, Ustadz Iqbal menyampaikan bahwa melupakan masa lalu adalah langkah awal menuju proses pencarian jodoh. Jika para lajang belum bisa beralih dari masa lalunya hal ini akan membuatnya menunda menikah yang nantinya akan membuatnya semakin sulit untuk menemukan pasangan hidup sedangkan usia akan terus bertambah. Menikah menurutnya seperti sedang mendayung perahu, keduanya harus berusaha bersama. Tidak ada suami istri yang sempurna, yang ada suami istri yang saling memperbaiki diri.

Selesai penyampaian materi, pembawa acara memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya yang langsung disambut dengan semangat. Pertanyaan mengalir deras dan terjadi diskusi yang menarik.  Peserta menerima setiap penjelasan dengan anggukan tanda mengerti. “Bagi kami para lajang, seminar seperti ini sangat kami nantikan karena untuk menuju fase pernikahan perlu ilmu di dalamnya.” Kata Rahmadini salah satu peserta seminar pra nikah.

Seminar diakhiri dengan do’a dimana di dalamnya tersampaikan berjuta harapan para lajang untuk bertemu dengan pasangan terbaik kelak. Selepas do’a, panitia meminta setiap peserta untuk mengumpulkan berkas biodata yang sudah dibagikan saat registrasi dan inilah salah satu bentuk khidmat panitia dalam menjembatani penggenapan separuh Dien bagi para lajang Pasar Minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *