PKS Mampang Undang Warga Bahas Bahaya Pernikahan Sejenis

Spread the love

photo506788772536493997

Isu pernikahan sesama jenis belakangan ini terus mencuat, seiring banyak negara di dunia yang menolak pernikahan sejenis yang baru dilegalkan di negara-negara Amerika. Masyarakat Indonesia menolak keras bahkan mengecam pernikahan sejenis atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tersebut.

Walaupun tuntutan mereka masih belum terlihat jelas, namun gerak gerik propanganda mereka mulai terjadi, dari semakin maraknya poster poster tentang kebebasan LGBT di indonesia yang banyak beredar di beberapa sosial media, semakin menjamurnya website website yang mewadahi kaum kaum GLBT untuk bercengkrama, serta perkumpulan atau organisasi LGBT di sekolah maupun kampus – kampus ternama.

Untuk membentengi propaganda tersebut dan juga sekaligus membantu menyadarkan mereka, DPC PKS Mampang mengadakan acara yang membahas fenomena LGBT tersebut.  Acara yang digelar pada hari kamis (10/3) ini sangat antusias dihadiri oleh warga, ada 40-an warga yang hadir semuanya adalah ibu – ibu. Lokasinya adalah di sekretariat DPC PKS Mampang dengan pembicara Ustadzah Zafira. “Keharmonisan sebuah keluaraga adalah cita – cita semua orang, standar sebuah keluarga itu terdiri dari ayah, ibu dan anak,” ujar Ustadzah Zafira dalam salah satu materinya.

Lesbian dan sederet kelainan seksual ini adalah sebuah penyakit bawaan lahir yang bila tidak ditindak lanjuti bisa saja menular kepada orang orang sekitar. Namun, bukan penyakit namanya, kalau tidak ada obantnya. Pertanyaanya adalah, apa obat yang dapat menyembuhkan penyakit sosial yang aneh ini?. Obatnya adalah kita, mengapa demikian? Kita harus menyadarkan mereka melalui kebiasaan kebiasaan yang baik, tidak perlu terlalu rumit, cukup bertingkah seperti orang orang normal lainya. Berteman dan bersahabatlah dengan banyak orang, jangan canggung untuk memiliki teman lintas kelamin, dekatkanlah diri anda dengan siapa saja. Kebiasaan kebiasaan yang sangat biasa di atas secara tidak langsung akan menyadarkan dan membawa “mereka” kembali ke kehidupan normal. Kembali ke kodrat manusia, kebiasaan-kebiasaan yang sangat biasa di atas akan menjadi obat yang mujarab bagi mereka untuk menuju kearah kesembuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *