PKS Jaksel Terus Fokus pada Komunitas Hidroponik Petani Kota

Spread the love

Al Mansur Hidayatullah, Ketua DPD PKS Jaksel melihat geliat warga Ibukota, terhadap pertanian kota semangkin meningkat. Hal ini, sebagaimana terlihat dengan semakin bertambahnya komunitas – komunitas petani kota.

PKS Jaksel telah berkomitmen untuk melakukan kampanye perluasan lahan hijau di ruang – ruang privat Jakarta, salah satu yang sedang digalakan masif sat ini adalah pembudidayan tanaman hidroponik. Ketua DPD PKS Jakarta Selatan, Al Mansur Hidayatullah menyampaikan bahwa, “Kami akan fokus pada pembentukan petani kota dengan pemberdayaan bercocok tanam hidroponik.”

Bertambahnya lahan hijau di rumah – rumah kader diharapkan dapat menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara lingkungan alam. Polusi udara Jakarta sudah berada dalam tahap mengkhawatirkan. Setiap pagi, kesegaran udara sudah tergantikan oleh sesaknya polusi dan kemacetan. Penduduk Jakarta yang bertambah semakin banyak, namun udara segar yang ada justru semakin langka, hal ini membuat para warga Jakarta harus berebutan udara segar setiap harinya.

Hidroponik membantu menambah produksi oksigen – oksigen di lahan hijau rumah – rumah warga. Selain menyeimbangkan lingkungan, hidroponik juga bisa menjadi sarana untuk memperindah suasan rumah. Selain itu produksi tanaman hidroponik bisa untuk menghemat pengeluaran belanja keluarga, bahkan bisa menjadi sumber pemasukan baru bagi keluarga.

Di negara kecil seperti Singapura, Sky Greens sukses menerapkan pertanian vertikal. Aquaponik dalam ruangan, telah dikembangkan di Chicago, Amerika Serikat dan produksinya diklaim mencapai 15 kali lebih banyak dibandingkan pertanian tradisional. Di Tokyo Jepang terdapat bangunan kantor yang disebut dengan Pasona, mereka merenovasi bangunan 9 lantai dan menghiasi dengan ‘kesuburan’ dan dinding hijau. Tidak hanya terbatas pada hijaunya eksterior bangunan, penghijauan juga dilakukan di dalam bangunan. Terdapat fasilitas pertanian perkotaan yang menempati sekitar 20% dari seluruh ruang kantor, meliputi 200 jenis buah-buahan, sayuran dan padi. Para pekerja kantor secara bergiliran membantu menjaga dan memanen hasil pertanian. Sebagian besar hasil pertanian nantinya akan disajikan di kantin kantor.

Lahan pertanian di Jakarta setiap waktu semakin mengalami penyempitan setiap tahun, luas lahan turun puluhan hektare dibanding tahun sebelumnya. Luas lahan yang ada pun dimiliki oleh perusahaan pengembang, sedangkan warga hanya memiliki sekitar 10 persen. Kondisi ini membuat para petani menjadi lesu akibat ketiadaan lahan untuk menanam.

Sedangkan Jakarta, urban farming adalah hal baru, belum ada grand design untuk menyatukan upaya pengembangan urban farming di Ibu Kota. Belum ada peraturan daerah yang ‘memaksa’ gedung dan bangunan menyediakan sebagian lahannya untuk urban farming. Grand design pertanian kota penting, agar terbentuk kerangka acuan dalam pengembangan urban farming. Cita – citanya, kebutuhan pangan warga Jakarta bisa disuplai oleh petani kota, dengan hasil yang lebih segar, sehat, dan tentu ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *