PKS Jaksel Sangat Berkomitmen Pada Penghijauan Kota

Spread the love

Bertambahnya jumkah gedung-gedung tinggi di Jakarta, lambat tapi pasti akan semakin menggeser jumlah lahan hijau Jakarta. Lahan hijau yang merupakan tempat pohon dan tumbuh – tumbuhan yang berfungsi menyaring polusi kendaraan bermotor, keberadannya semakin menipis.

Banjir yang melanda Jakarta selalu membuat sebagian aktivitas di Ibu Kota lumpuh total. Menurut Ketua DPD PKS Jaksel, Al Mansur Hidayatullah hal ini disebabkan rusaknya hutan-hutan di kawasan hulu seperti Bogor sehingga tidak bisa menahan air. Akibatnya, seluruh air dari Bogor mengalir semua ke Jakarta. “Banjir Jakarta salah satunya disebabkan karena kiriman dari hulu (Bogor), hutan-hutan sebagain sudah berkurang menjadi kawasan vila elit, dan ini wajib diperbaiki,” jelas Al Mansur.

Oleh karena itu, Hidayatullah menjelaskan, pemprov DKI Jakarta harus fokus terhadap perbaikan hutan di Bogor, bisa dialokasikan anggaran khusus untuk memperbaiki satu hutan di kawasan hulu. “Segera fokus perbaiki hutan di kawasan Bogor. Jangan lagi hanya mementingkan unsur ekonominya tanpa memikirkan dampak kerusakan lingkungan yang terjadi. Kalau fungsi hutan bisa dikembalikan, maka fungsi lingkungan dapat terjaga dengan baik,” tandasnya.

Pemerintah provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta wajib bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat, khususnya kabupaten Bogor untuk menertibkan vila-vila ilegal di wilayah Puncak, serta menyediakan anggaran untuk reboisasi disana.

Ada ribuan hektar lahan di Bogor yang sudah gundul, sebagian ada yang jadi vila, ada yang jadi perkebunan, dan lain sebagainya. Karena gundul maka Bogor sudah tidak dapat menahan air lagi untuk Jakarta. Debit air yang masuk ke sungai sudah tidak terkontrol sehingga air larinya ke Jakarta semua. “Jadi yang ribuan hektar hutan gundul itu wajib dihutankan kembali, bukan hanya dihijaukan tetapi dihutankan, maka air-air hujan akan bisa di tahan dulu di hutan Bogor. Jika debit air yang keluar ke sungai terkontrol, insyaAllah Jakarta tidak banjir,” kata Al Mansur.

“Program reboisasi itu sangat penting, dalam Islam menanam pohon itu sangat dianjurkan, sabda Nabi SAW seandainya kiamat sudah ada didepan mata, dan kita masih memegang biji pohon, maka tanamlah biji tersebut,” pungkas Al Mansur.

Sejak tahun 2000-an hingga 2017, pertambahan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta tidak sampai satu persen. Pada 2000 RTH Jakarta itu baru 9 persen, pada 2017 sebanyak 9,98 persen, dan saat ini mungkin sekitar 10 persen. Angka ini masih jauh dari kebutuhan ideal RTH kota yang diwajibkan dalam Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang, yakni sebesar 30 persen dari total luas kota. RTH 30 persen tersebut rinciannya terdiri dari 20 persen RTH Publik dan 10 persen RTH Privat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *