PKS Jaksel : Ayo Bersama – Sama Lindungi Diri Keluarga dan Masyarakat dari Bahaya Covid-19

Spread the love

Pemerintah DKI Jakarta mencatat terdapat 74 rukun warga (RW) masuk dalam zona merah Covid-19. Data yang diperbarui pada 7 Januari 2021 dalam situs corona.jakarta.go.id menyebutkan bahwa yang dimaksud zona merah rawan adalah risiko penularan covid-19 nya tinggi. Zona merah itu kini yang terbanyak ada di Jakarta Selatan, yakni 25 RW.

Positivity rate harian kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia naik mencapai 30,4 persen pada hari Mingggu (10/1) kemarin. Positivity rate merupakan persentase jumlah kasus positif terinfeksi virus corona yang dibagi dengan jumlah orang yang dites. Positivity rate harian tertinggi sebelumnya terjadi pada 1 dan 2 Januari lalu, masing-masing 29,4 persen dan 29,5 persen, angkanya terus naik. Data harian positivity rate Indonesia hari ini sudah enam kali lipat melebihi standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO), yakni sebesar 5 persen.

Semakin rendah positivity rate di sebuah negara, berarti jumlah orang yang dites semakin banyak dan upaya pelacakan kontak erat memadai. Hingga hari ini, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 828.026 orang. Suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus menghadapi kenyataan bahwa pandemi virus corona tidak juga melambat pertumbuhannya di Indonesia. Jumlah penderita terus meningkat, angka kematian juga semakin bertambah, meskipun yang sembuh juga meningkat, sementara masyarakat masih saja banyak yang melanggar protokol.

Indonesia menganut kebijakan tidak melakukan lockdown atau karantina wilayah dalam menekan laju penularan virus corona seperti yang dilakukan sejumlah negara. Indonesia memang belum bisa menekan laju pertumbuhan covid-19. Hal ini akan berdampak pada kewalahannya fasilitas kesehatan menghadapi pertambahan pasien yang drastis. Jika terus demikian, maka dapat mengakibatkan functional collapse yang gejalanya sudah terlihat di beberapa wilayah Indonesia, salah satunya adalah bed occupancy rate yang tinggi. Gejala lainnya adalah kematian para dokter yang berujung berkurangnya tenaga medis untuk melayani masyarakat.

Kasus Covid-19 dinilai masih terjadi dan masyarakat, Al Mansur Hidayatullah  Ketua DPD PKS Jakarta Selatan mengajak warga masyarakat Jaksel untuk tidak lengah dengan situasi pandemi yang belum membaik. Al Mansur mengakui, negara memiliki tanggung jawab melindungi kesehatan warganya. Tanggung jawab tersebut amanah dari konstitusi. Negara disebutnya tidak boleh setengah-setengah dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat, termasuk dari pandemi Covid-19.

Penerapan ketat ebagai pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat dipandang Al Mansur masih bisa diteruskan, walaupun sebagian masyarakat khawatir dan tidak bisa beraktivitas. “Kemudian yang juga penting lagi adalah orang menjaga kesehatan dirinya sendiri, jadi bukan orang lain atau pemerintah, bukan bosnya. Kita harus melindungi diri sendiri,” ujar Al Mansur.

Al Mansur meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan 3M, salah satunya yaitu memakai masker wajah kemana-mana. Jangan melepas masker saat berada di ruang terbuka, sehingga bisa melindungi diri sendiri dan orang lain.

Ia juga meminta masyarakat menjaga jarak saat di kerumunan, termasuk berkumpul dengan banyak orang di ruang tertutup karena sangat berisiko. Pandu meminta masyarakat menghindari pertemuan dengan banyak orang, termasuk rapat di tempat terbuka atau outdoor.

Al Mansur juga meminta jangan lagi ada kegiatan dilakukan dalam ruangan karena umumnya menggunakan pendingin udara (AC) dengan sirkulasi yang ditutup, udara hanya ada dalam ruangan itu saja. Pandu memaparkan alasan ruangan dengan sirkulasi tertutup sangat berbahaya, sebab bisa terjadi airborne transmission atau penularan melalui udara.

Kemudian sehabis memegang benda juga mencuci tangan memakai sabun atau penyanitasi tangan (hand sanitizer). “Selama masyarakat mengabaikan protokol kesehatan, kemudian pemerintah juga kurang maksimal maka kasus akan terus naik,” ujarnya.

Tidak dapat diprediksi kapan puncak kasus Covid-19, Al Mansur menyebutkan kasus bisa saja terus bertambah hingga akhir tahun 2021. Efeknya, kematian akan terus bertambah dan keterisian tempat tidur di rumah sakit penuh, dan tenaga kesehatan akan kewalahan.

Kemudian Al Mansur menyontohkan kasus covid-19 di Swedia, kasus Covid-19 di sana tinggi karena otoritas setempat sengaja menerapkan herd immunity. Akibatnya, dokter di Swedia banyak menjadi korban dan kewalahan karena pasien terus bertambah, terjadi kekurangan dokter di ruang ICU rumah sakit.

“Pengendalian pandemi Covid-19 juga dapat dilakukan dengan langkah-langkah 3T yaitu testing, tracing, dan treatment. Jadi tingkatkan kapasitas testingnya, kemudian tracing dan treatment ditambah dengan isolasi,” tambah  Al Mansur.

Al Mansur kemudian melanjutkan, upaya selanjutnya adalah isolasi. Ini termasuk orang-orang suspek melakukan isolasi mandiri supaya tidak menjadi sumber penularan. Sayangnya, Al Mansur mengatakan keterbatasan kapasitas testing membuat orang yang terkonfirmasi positif virus ini jadi terbatas.

Al Mansur menambahkan, belum bisa dimaksimalkannya 3T salah satunya karena kekurangan sumber daya manusia (SDM) dalam melakukan tracing. Oleh karena itu, masyarakat harus bisa waspada terhadap dirinya sendiri. Kalau pemahaman masyarakat utuh memahami kondisi seperti ini, Al Mansur melanjutkan, mereka bisa melakukan isolasi mandiri ketika menjadi suspek.

Terakhir Al Mansur kembali mengingatkan bahwa, “Transmisi virus masih ada. Angka positivity rate yang tinggi ini harus menjadi bahan refleksi kita semua untuk tingkatkan disiplin protokol kesehatan, tanpa terkecuali.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *