PKS Jakarta Selatan Meluncurkan ‘Gerakan Cinta Menanam’ untuk Kader dan Masyarakat

Spread the love

DPD PKS Jakarta Selatan kembali mengajak seluruh kader, simpatisan dan masyarakat untuk melaksanakan “Gerakan Cinta Menanam”. Hal ini bertujuan mengantisipasi ketahanan pangan dalam menghadapi wabah Covid–19, salah satunya dengan menanam tanaman yang produktif. “Ayo semua kader, simpatisan dan warga masyarakat Jakarta Selatan, dalam menghadapi wabah Covid–19 mari kita lakukan kegiatan-kegiatan positif yang memberi manfaat salah satunya dengan melakukan ‘Gerakan Cinta Menanam’ ”, ujar Al Mansur Hidayatullah, Ketua DPD PKS Jakarta Selatan.

“Dengan menananam tanaman yang produktif, kita akan dapat mengantisipasi ketahanan pangan kita di era pandemi,” ujar Al mansur di Kantor DPD PKS Jakarta Selatan dalam agenda launching ‘Gerakan Cinta Menanam’, Ahad (14/2).

Al Mansur juga meminta agar seluruh kader dan masyarakat ikut serta dalam mensukseskan gerakan ini, karena hal ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja. “Untuk itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut andil dengan menanam tanaman yang produktif yang bisa dimanfaatkan untuk kesehatan dan antisipasi ketahanan pangan di tengah pandemi Covid–19,” terang Al Mansur.

Bercocok tanam bukan hanya sekedar salah satu pilihan hobi yang menyenangkan saja atau juga bukan sekedar untuk mengisi waktu luang saja, akan tetapi hobi bercocok tanam ini juga dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan. “Gerakan cinta menanam ini juga bukan sekedar jargon saja, tapi juga sebagai gerakan untuk mengajak orang-orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar yang mulai kritis. Gerakan ini juga untuk mengajak agar kita cinta dengan lingkungan dan bahkan turut serta dalam memperbaiki kualitas lingkungan kita. Maka sudah seharusnya cinta terhadap lingkungan ini dengan gerakan bertanam sudah mulai sejak dini,” ungkap Al Mansur.

DPD PKS Jakarta Selatan mengajak kader dan masyarakat Jakarta Selatan  untuk bercocok tanam di rumah dengan memanfaatkan lahan yang ada. “Dari sekedar hobi bercocok tanam ini, bukan hanya menghasilkan kepuasan dan kesenangan jiwa, akan tetapi juga memiliki nilai ekonomis, bahkan sampai pada budidaya berbagai jenis tanaman. Mulai dari tanaman sayuran, tanaman obat, tanaman hias hingga tanaman buah,” tambah Al Mansur.

Persoalan seperti lahan yang sempit tidak akan menjadi masalah. Dengan lahan yang ada, gerakan bercocok tanam ini masih bisa kita lakukan. Pola tanam dengan polybag, dan kemudian ditata dengan rapi  bisa di rooftop, atau ditata diatas meja kayu dan sebagainya. Atau dengan pola tanam vertikal dengan menggunakan kantong tanaman di dinding. Kalau tidak ada, dapat menggunakan media bekas botol air mineral yang digantung di dinding. Atau dengan pola hidroponik dan lainnya.

Ahad siang (14/2), gerakan ini di-launching oleh Ketua Umum DPD PKS Jakarta Selatan, Al Mansur Hidayatullah bersama Anggota DPR RI dapil Jakarta Selatan, DR. Hidayat Nur Wahid. Melalui video telekonferensi zoom dan live streaming youtube, acara tersebut disaksikan ratusan netizen. DPD PKS Jakarta Selatan sudah mulai mengembangkan aktivitas pertanian kota, dengan memanfaatkan lahan rooftop lantai lima Kantor PKS Jaksel. Secara simbolis Ketua DPD PKS jakarta Selatan juga melakukan pemotongan buah melon hasil panen dari  lahan rooftop kantor DPD PKS Jakarta Selatan.

Al Mansur menegaskan bahwa “Gerakan Cinta Menanam” ini, selain sebagai kegiatan penghijauan lingkungan sekitar, ini juga sebagai upaya memperbaiki lingkungan yang semakin kritis. Mulailah dengan merawat  dan menanam di lingkungan sekitar rumah, kemudian mengajak orang lain untuk ikut serta dalam gerakan ini. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan testimoni dari salah satu peserta petani kota, Ibu Ella yang sukses menggiatan pertanian kota untuk daerahnya di Pengadegan Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Petani DPD PKS Jakarta Selatan, Bang Setiawan menuturkan, gerakan ini digulirkan kepada seluruh pengurus partai dan juga anggota PKS sampai di tingkat ranting. “Mengajak sebanyak mungkin warga masyarakat untuk turut serta. Sehingga nantinya bisa memanen sayur dan buah di lahan milik sendiri dan tidak perlu menggantungkan pasokan dari pasar atau daerah lain,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *