PKS Bekali Kadernya yang Jadi Pejabat Publik

Spread the love

653_Wakil ketua MPR RI Menghadiri  Mukernas PKS di Hotel Bumi Wiyata Depok - 3

Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkumpul di Hotel Aryaduta Kota Bandung Jalan Sumatera, Rabu (2/3). Jumlahnya bukan puluhan tapi ratusan. Mereka datang dari berbagai daerah yang tersebar di Indonesia.

Kehadiran mereka tentu bukan tanpa sebab. Ratusan kader PKS itu mengikuti Pelatihan dan Simposium Nasional Pimpinan Daerah dan Anggota Legislatif Daerah Asal PKS. Pelatihan berlangsung Rabu (2/3) hingga Jumat (4/3).

Pelatihan tersebut bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan di berbagai bidang kehidupan dan membangun pemerintahan yang bersih dan baik dibandingkan dengan sebelumnya. Ketua Badan Pembinaan Kepala Daerah DPP PKS Ahmad Heryawan menyatakan, PKS memandang kemenangan partai di berbagai Pilkada Serentak 2015 sebagai amanah rakyat. “Kemenangan ini dipandang untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik (clean government and good governance) sebagai pelaksanaan janji-janji saat kampanye sebelumnya, atau bagaimana para pemimpin berkhidmat kepada rakyatnya,” ujar Heryawan di sela pembukaan acara tersebut, Rabu (2/3).

Heryawan yang juga Gubernur Jabar ini mengungkapkan, pada 2015 lalu, ada sekitar 16 kader PKS yang berhasil memenangkan Pilkada Serentak. Ke-16 kader tersebut duduk sebagai kepala daerah maupun wakilnya yang tersebar di seluruh Indonesia, level provinsi dan kabupaten/kota. “Untuk memastikan kesiapan kader-kader PKS yang terpilih sebagai kepala daerah/wakil kepala daerah kami menggelar Pelatihan dan Simposium Nasional Pimpinan Daerah dan Anggota Legislatif Daerah Asal PKS,” kata dia.

Pria yang akrab disapa Aher ini menyebutkan, PKS berkewajiban membangun kesepahaman. Dalam simposium nanti akan digelar sharing dan diskusi pengalaman dari kepala daerah yang lama kepada yang baru. “Pengalaman kita nanti di-share kepada teman-teman daerah. Paling tidak mendapatkan gambaran. Membangun kesepahaman bersama,” jelasnya.

Aher menyebut motto kepala daerah dari PKS adalah berkhidmat sebanyak-banyaknya untuk rakyat. Oleh sebab itu, ketika Kepala daerah dari PKS hadir menjadi pemimpin, banyak program diarahkan untuk kepentingan rakyat banyak. “Kita konsepkan acara ini dengan nyaman dan sebuah keikhlasan,” ucap dia.

Aher menambahkan, kegiatan ini untuk menghadirkan kesepahaman tugas dan fungsi sebagai kepala daerah dan legislatif. Menurutnya, ketika masuk pemerintahan harus penuh ketulusan dan punya konsep jelas memajukan bangsa. “Seperti setahun 6.000 ruang kelas itu membutuhkan dana triliunan. Makanya konsepnya harus jelas dan tegas.

Di tempat yang sama, Presiden PKS Sohibul Iman berharap, pelatihan dan simposium nasional ini akan membawa kebaikan ke depan. Dia berpesan kepada para kepala daerah dan legislatif mengoptimalkan khidmat kepada umat. “Pejabat publik memasifkan kebaikan. Ini sarana kita untuk melipatgandakan khidmat. Dengan niat lurus maka akan datang keberkahan,” kata dia.

Menurut dia, pejabat publik bagi partai politik adalah etalase. Wajah terdepan untuk menjadi pejabat publik saat ini adalah partai. Oleh sebab itu, baik buruknya kader partai akan sangat berpengaruh terhadap citra partai. “Karena itu kita semua harus menyamakan persepsi. Etalase kita harus tampak bagus di hadapan publik,” katanya.

Dia juga berpesan, pejabat publik itu merupakan media yang membuktikan tentang ajaran islam dalam mengelola sebuah wilayah. Oleh sebab itu dalam tata pemerintahan PKS selalu mengedepankan konsep islam dalam kebijakan dan pengelolaan. “Semoga program yang kita buat dan laksanakan bermanfaat bermanfaat buat masyarakat,” ucap dia.

Ketua Panitia Pelaksana, Arif Rahman Hakim menuturkan, acara dihadiri para kepala/wakil kepala daerah, anggota legislatif daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta pengurus PKS di daerah yang dimenangkan oleh PKS. Hal ini dimaksudkan agar ada kerja sama yang harmonis antara eksekutif dan legislatif dalam berkhidmat untuk rakyat daerah mereka.

“Seluruh peserta akan mendapatkan pembekalan dari Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Mohamad Shohibul Iman, tokoh akamedisi, pimpinan BPK, Kemenkeu dan lain-lain,” ucap dia. Para peserta, kata Arif, akan dibekali dari berbagai aspek, baik dari aspek kepemimpinan, aspek pengelolaan administrasi pemerintahan dan juga aspek moralitas. “Semuanya akan diberikan agar mereka semua siap melesat untuk berkhidmat kepada rakyat,” tutup Arif.

Sumber : inilahkoran/03 Maret 2016/Jaka Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *