Penurunan Harga BBM Bisa Ringankan Beban Warga di Tengah Wabah Corona

Spread the love

Ketua Bidang Ekuintek PKS Jaksel, Bodi meminta Pertamina untuk segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) menyusul turunnya harga minyak mentah dunia. Selain itu nilai tukar rupiah juga dikabarkan semakin membaik. Terlebih lagi saat ini rakyat Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang berpengaruh ke sektor perekonomian dan finansial.

“Sebaiknya harga BBM bisa diturunkan, demi meringankan beban masyarakat banyak yang terdampak ekonomi karena wabah corona dan juga sebagai respons dari turunnya harga minyak dunia,” ujar Bang Bodi, Rabu (29/4).

Saat ini, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) anjlok sekirar 12,6 persen atau berada pada level US$11,17 per barel. Untuk Mars turun 22,79 persen atau US$14,43 per barel. Sedangkan, Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun US$0,89 dolar atau 4,45 persen menjadi US$19,08 per barel. INDEF juga mengatakan harga BBM non-subsidi Pertamina paling tidak memiliki ruang penurunan di kisaran 20%-25% dari harga saat ini. “Pemerintah harusnya bisa menyiapkan skema keuangan untuk melaksanakan hal tersebut,” kata Bang Bodi.

Pemerintah harus merespon secepatnya tuntutan publik tentang anjloknya harga minyak dunia. Sebab, kondisi daya beli dan ekonomi masyarakat Indonesia, saat ini sedang dalam kondisi terpuruk. Jika harga BBM bisa diturunkan, ini juga merupakan salah satu bentuk wujud perhatian pemerintah kepada rakyatnya di tengah himpitan ekonomi akibat wabah virus Corona yang terus menyebar.

“BBM merupakan barang publik yang juga merupakan alat penggerak ekonomi, sekarang saat yang tepat untuk menurunkan harga BBM,” tutur Bodi. Dampak penurunan harga BBM akan besar sekali. Harga BBM turun akan turut membantu menurunkan tingkat inflasi dan dapat menjadi kompensasi kenaikan harga yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *