Korban Kebakaran Simprug Disambangi Hidayat Nur Wahid

Spread the love

Korban-Simprug-di-Sambangi-Hidayat-Nurwahid

Menjelang Idul Fitri 1437 H terjadi kebakaran yang menimpa warga di daerah Simprug Kebayoran Lama Jaksel Ahad (3/7) lalu. Kejadian di RW 08 Kel. Grogol Selatan, Kebayoran Lama itu hanguskan puluhan rumah. Dua RT dengan ±200 KK itu hangus dengan meninggalkan puing-puing bangunan rumah yang menghitam. Bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa di gelapnya malam tersebut.

“Kejadiannya begitu cepat dengan beberapa titik api saat warga sedang tidur,” jelas Eko (40 tahun) salah seorang warga yang menjadi saksi mata yang ditemui berita9.

Di daerah tersebut pernah terjadi kebakaran hebat pada tahun 1993, tiga hari setelah Lebaran namun warga bisa membangun kembali rumahnya. Kebakaran yang terjadi sekarang ini sulit diatasi dengan cepat karena alat pemadan api yang tidak berfungsi serta lambatnya Damkar datang ke TKP. Sehingga membuat rumah warga cepat ludes dilalap si jago merah.

Relawan Tanggap Bantu Korban

Bersyukur, kejadian di penghujung Ramadhan ini membuat banyak relawan turun membantu para korban, di antaranya: PKS, PKPU, BPBD Jaksel, dan relawan lainnya. Ery Setiawan (35 tahun), koordinator bantuan dari Kepanduan PKS sejak Ahad dini hari sudah berkoordinasi warga korban bencana dalam rangka mengurangi beban. “Kami sudah menyalurkan bantuan logistik dan dana dari para penyumbang. Alhamdulillah kami terus menerima dan menyalurkannya dengan cepat,” tandasnya.

Hadir memberi bantuan sore itu Dr. Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI. Hidayat atas nama wakil rakyat memberikan bantuan dana dan logistik untuk para korban. “Semoga warga bisa sabar menghadapi ujian ini. Kami akan terus membantu warga agar para korban bisa membangun rumahnya kembali,” ungkapnya.

Hidayat yang didampingi oleh salah seorang tokoh masyarakat Kebayoran Lama, Tarsono, berpesan agar warga berhati-hati dalam menggunakan alat listrik dan api yang sering menjadi pemicu terjadinya kebakaran. PKPU pun tak ketinggalan dengan sigap menyediakan “Dapur Air” untuk warga.

“Kami memprioritaskan suplai air minum hangat seperti susu dan teh untuk anak-anak dan lansia agar kesehatannya terjaga di saat seperti ini,” jelas M. Kaimuddin, Koordinator Tanggap Bencana PKPU. Kehadiran para relawan yang bekerja siang-malam membuat warga sedikit terhibur dan senang.

“Alhamdulillah kedatangan relawan bisa mengurangi beban kami,” ujar Ketua RT 09 dalam sambutannya. Sejauh ini para relawan akan membuka posko hingga sepekan ke depan sambil menunggu pihak lain khususnya dari Pemkot Jaksel untuk membantu warga pasca bantuan awal tersebut. Di tengah cuaca yang masih sering didera hujan tentu harus menjadi perhatian serius Pemerintah karena warga korban sangat memerlukan pakaian layak pakai, makanan, dan uang. Di bulan Ramadhan ini uluran tangan kita tentu akan membuat mereka bahagia di tengaj puing-puing derita yang masih belum tahu kapan akan berakhir.

Sumber : Berita9/4 Juli 2016/AM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *