Konstituen Perempuan PKS Pancoran Kupas Hikmah Sejarah Para Nabi dan Rasul

Spread the love

Aq102kM3eTJl8xpS_OFXZaLvqZoI-_DOm97wa7m4NdlD

Sejarah merupakan bagian penting dalam hidup kita. Melalui sejarah, kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari berbagai peristiwa masa lalu yang dikisahkannya. Peristiwa yang melibatkan para manusia hebat di dalamnya. Para manusia hebat yang mencatatkan diri di lembar sejarah sebagai tokoh yang berperan baik yang membuatnya hingga kini selalu dikenang dan menjadi inspirasi serta patut diteladani. Para manusia hebat itu diantaranya adalah Nabi dan Rasul yang diturunkan Allah SWT untuk para ummatnya. Para Nabi dan Rasul itulah yang akan mengejawantahkan aturan-aturan syariat yang tertera dalam kitabullah sekaligus memberi teladan untuk diterapkan dalam kehidupan umat manusia.

Sabtu (6/2) sore, para kader dan konstituen PKS dikumpulkan untuk mengikuti pembekalan wawasan ke-Islaman tentang Nabi dan Rasul di Masjid Al Amin Rawajati. Salah satu hikmah bahwa mengapa Allah mengutus Nabi dan Rasul dari bangsa manusia, bukan bangsa jin atau malaikat adalah kita dapat dengan mudah menerapkan segala perilaku dan aturan syariat dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Dalam pembekalan tersebut juga dikupas perihal turunnya risalah, diutusnya para nabi dan rasul termasuk apa perbedaan diantara keduanya, juga bagaimana bentuk keimanan kita kepada para utusan Allah tersebut. Sebagai utusan yang ditunjuk langsung oleh Tuhan semesta alam,  dakwah yang disampaikan Nabi dan Rasul kepada umatnya memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ustadz Abdullah Qomarudin menyampaikannya dengan jelas dan rinci kepada pada hadirin.

Seorang muslim beriman bahwasanya Allah SWT telah menetapkan manusia pilihan sebagai Rasul – Rasul Nya. Dan Allah SWT telah menurunkan wahyu kepada mereka tentang ajaran – ajaran Nya. Lalu Allah SWT mewajibkan Rasul – Rasul Nya tersebut agar menyampaikan wahyu kepada manusia agar tidak ada alasan bagi mereka saat sidang di hari kiamat kelak. Allah SWT mengutus mereka kepada kaumnya dengan diperkuat bukti-bukti dan berbagai mukjizat. Nabi yang diangkat sebagai Rasul pertama adalah Nabi Nuh, sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Nabi dan Rasul terakhir.

Sekalipun para Rasul tersebut merupakan manusia biasa yang berlaku terhadap mereka apa yang berlaku bagi manusia lainnya, seperti makan dan minum, sehat dan sakit, hidup dan mati, akan tetapi seorang muslim meyakini, bahwa mereka adalah manusia-manusia pilihan dan paling sempurna. Mereka adalah manusia paling utama tanpa terkecuali. Meyakini bahwasanya tidak akan sempurna iman seseorang kecuali dengan beriman kepada para rasul, secara global maupun secara rinci. Dan jika kita tidak beriman terhadap kerasulan salah satu dari Rasul – Rasul tersebut, maka sama artinya ia tidak beriman kepada seluruh Rasul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *