PKS : Kemacetan Karena Rest Area Harus Menjadi Evaluasi Jasa Marga dan BPJT

Spread the love
List Rest Area Mudik sumber JawaPos

Evaluasi penanganan arus mudik sampai saat ini masih seputar untuk mengatasi penyebab kemacetan yang masih terjadi di jalan tol, salah satunya adalah karena kurangnya rest area  yang menyebabkan banyak pemudik berhenti di bahu jalan untuk istirahat. “Evaluasi tahun – tahun sebelumnya, seperti evaluasi arus mudik dan balik tahun 2018, juga merekomendasikan untuk menambah jumlah rest area, agar penanganan arus mudik dan balik pada tahun 2019 ini tidak terjadi lagi. Tetapi kenyataannya ? “ ujar Ibu Erniwati, Kesra DPD PKS Jaksel.

Sepanjang Jakarta ke arah Cikampek hanya ada beberapa, yakni di KM 18, KM 19, KM 33, KM 40, KM 50, KM 57 dan KM 59, sementara di ruas Palikanci ada beberapa yakni di KM 86, KM 102, KM 130, KM 166, KM 191 dan KM 207.  Sedangkan empat lainnya ada di ruas tol arah barat, yaitu di KM 86, KM 101, KM 130, dan KM 164. Rest area tersebut terdiri dari pos peristirahatan dan palayanan yang melayani pembelian SPBU, area parkir, rumah makan, toilet, masjid, dan posko kesehatan serta area top up uang.

Lalu, ada juga pos khusus peristirahatan saja (parking bay)  yang terdiri dari area layanan parkir, rumah makan, toilet, masjid, posko kesehatan, BBM portable, dan tempat top up uang elektoronik pula. Parking bay kita bisa singgahi di di KM 18, 41, 58. Ada lagi rest area Resta Pendopo 456 yang bisa dimanfaatkan untuk beristirahat. Rest area ini hadir di sepanjang jalur tol Tangerang-Merak, Cikampek-Palimanan, dan Semarang-Solo. Resta Pendopo 456 tersebut menyediakan tempat wisata kuliner. Total jika digabung rest area dan pos peristirahatan, PT Jasa Marga (Persero)  Cikampek, menyediakan kurang lebih 10 tempat beristirahat bagi para pengguna jalan tol  Jakarta arah Cikampek.

Berapa kapasitas parking bay ?  parking bay di KM 18 menampung 88 kendaraan, lalu di KM 41 dengan kapasitas 42 kendaraan dan KM 59 yang mampu menampung 42 kendaraan. Dua unit parking bay yang mengarah ke Jakarta berada di KM 34 dengan kapasitas 70 kendaraan dan KM 58 dengan kapasitas 71 kendaraan. Sementara rest area di KM 19 kapasitas 300 kendaraan, KM 33 kapasitas 80 kendaraan dan tanpa SPBU, KM 39 kapasitas 650 kendaraan, KM 50 kapasitas 80 kendaraan tanpa SPBU dan KM 57 dengan kapasitas 218 kendaraan.

Memang sangat jauh kapasitasnya dari jumlah pemudik yang melewati tol Jakarta – Cikampek. Hal inilah yang akhirnya menjadi keluahan banyak pemudik bahwa banyak rest area penuh dan rest area selanjutnya penuh, karena sudah tidak tahan maka pemudik memarkir kendaraannya di bahu jalan untuk beristirahat sejenak.

Selama arus mudik sejak H-7 hingga H-4 Lebaran 2019 ini, PT Jasa Marga (Persero) mencatat hampir 750 ribu kendaraan telah meninggalkan ibu kota menuju arah Timur, Barat dan Selatan. Distribusi lalu-lintas di ketiga arah adalah sebesar 55 persen ke arah Timur, 28 persen ke arah Barat dan 17 persen ke arah Selatan. Adapun untuk arah Timur dideteksi dari Gerbang Tol Cikampek Utama dan Gerbang Tol Kalihurip Utama. Angka itu melonjak 32 persen dari lalu-lintas harian rata-rata (LHR), yang normalnya sebesar 568.484 kendaraan untuk jangka waktu empat hari.

Hal inilah yang menyebabkan kondisi rest area juga mengalami peningkatan yang signifikan, yang kemudian berubah menjadi tragedy kemacetan panjang karena terjadi penumpukan arus di pintu masuk rest area.

Evaluasi untuk menambah jumlah rest area yang merupakan hasil rekomendasi evaluasi arus mudik dan balik tiap tahun dan selalu berulang, seharusnya tidak hanya jadi wacana dan rilis media saja, tetapi harus dilaksanakan, ini harusnya menjadi tanggung jawab bersama antara PT Jasa Marga (Persero)  dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

“Menambah rest area memang bukan langkah bijak mengingat investasinya cukup mahal, tetapi yang dibutuhkan pemudik tidak harus rest area yang sangat bagus, cukup rest area temporary / sementara yang bisa digunakan untuk istirahat sejenak agar pemudiak tidak parker dipinggir jalan. Kemacetan memang sangat melelahkan, para pemudik perlu tempat untuk istirahat sejenak,” tutup Ibu Erniwati, Kesra DPD PKS Jaksel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *