Jurus Menghadapi MEA Menurut Hidayat Nur Wahid

Spread the love

20131025PKS487CALEGDPR2014-09042013-TEDYKROEN-RM4xx

Pancasila, UUD 1946, Negara Kesat‎uan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika adalah modal menghadapi globalisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Keempat pilar itu membentuk generasi muda cerdas, berkarakter dan berkepribadian.

“Kita mempunyai kemampuan empat hal itu untuk menghadapi globalisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tanpa meninggalkan karakter,” kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam seminar di Ruang Seminar Pasca Sarjana Uhamka, Jakarta, Senin (28/3).

Hidayat mengatakan, MPR terus mendorong agar semua tingkat pendidikan nasional memuat nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kurikulum pendidikan nasional dan implementasinya sebagai tolok ukur pendidikan.

Dalam Tap MPR No VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia Masa Depan, disebutkan tentang visi pendidikan. Hidayat menambahkan pendidikan semacam itu akan menghasilkan manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter.

“Pendidikan unggul membuat manusia Indonesia berkarakter bukan manusia liberal, kapitalis, atheis, radikalis tapi memiliki keimanan dan ketaqwaan serta akhlak yang mulia,” kata Hidayat.

Direktur Pasca Sarjana Uhamka Abdurrahman A. Ghani mengatakan, menghadapi MEA manusia Indonesia harus memiliki prasyarat unggul agar mampu bersaing dengan negara lain.

“Indonesia harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki daya saing, kualitas diri, kemampuan bahasa asing, serta penampilan (performance),” pungkas Hidayat.

Sumber : GatraNews/29 Maret 2016/Abdul Rozak & Arief Prasetyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *