HNW : Kelompok Saracen Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah

Spread the love

Terungkapnya kelompok Saracen menjadi ancaman serius. Pemerintah pun diimbau segera mempercepat penyelesaian Badan Siber Nasional (Basinas).

‎Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, adanya ancaman ujaran kebencian dan juga masalah suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) harus mendapatkan perhatian serius bagi pemerintah. Seperti mempercepat penyelesaian Basinas.

“Jadi memang pembentukannya perlu dipercepat, karena masalah terkait cyber crime mengerikan,” ujar Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/8).

Menurut Anggota Komisi I DPR ini, percepatan pembentukan Basisnas ini karena kejahatan siber sangat luas dampaknya ke masyarakat. Apalagi teroris, radikalisme, SARA, hoax dan pornografi bisa masuk.

“Jadi siapa pun yang menggunakan media sosial dengan cara salah seperti menyebar fitnah, pornografi dan isu SARA bisa dibongkar,” katanya.

‎Selain itu, nantinya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan tidak membeda-bedakan. Jadi jangan hanya kelompok-kelompok yang anti terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja yang disasar.‎ “Karena kelompok di luar pemerintah juga banyak mendapatkan bullying dan menjadi korban hoax,” pungkasnya.‎

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim sebelumnya menangkap tiga orang pengelola grup Saracen yang diduga menyebarkan ujaran kebencian. Ketiganya, berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

Tiga orang itu ditangkap di tiga lokasi berbeda, yakni Jakarta Utara, Cianjur, Jawa Barat, dan Pekanbaru, Riau dalam rentang waktu 21 Juli hingga 7 Agustus.

Mereka dijerat dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kepala Subdirektorat 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Komisaris Besar Irwan Anwar menyampaikan, sindikat pengelola grup Saracen memasang tarif puluhan juta bagi pihak-pihak yang ingin memesan konten ujaran kebencian dan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Sumber : JawaPos.Com/28 Agustus 2017/Fadhil Al Birra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *