Hidayat Nur Wahid Setujui Gagasan Pembentukan Detasemen Antinarkoba

Spread the love

wakil-ketua-mpr-hidayat-nur-wahid-saat-melakukan-kunjungan-_151110164038-169

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyetujui gagasan pembentukan detasemen antinarkoba seperti Densus 88 untuk terorisme, karena jumlah korban yang meninggal akibat barang haram tersebut mencapai puluhan orang setiap harinya.

“Menurut data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) setiap hari 40 – 50 orang meninggal akibat narkoba. Kerugian negara mencapai Rp63 triliun. Narkoba ini merupakan persoalan besar,” kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (8/3).

Menurut dia, bahaya narkoba sudah menjadi seperti teror dan terorisme bahkan barang haram itu juga telah menyasar hingga anak-anak sekolah.

Untuk itu, ia menyetujui bila ada yang menggagas bahwa BNN seharusnya mempunyai detasemen yang dapat memerangi terorisme narkoba.

“Saya sangat setuju dengan pembentukan detasemen antinarkoba. Kalau tidak diperangi, saya tidak bisa membayangkan Indonesia akan seperti apa nanti,” ujarnya.

Apalagi, Hidayat mengingatkan bahwa dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), maka Indonesia semakin terbuka terhadap masuknya berbagai hal, termasuk narkoba.

Sebagaimana diberitakan, kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia sepanjang 2015 tercatat naik 13 persen dibandingkan tahun 2014 dengan jumlah 40.253 kasus.

Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan hasil data Badan Reserse Kriminal Mabes Polri yang diterima di Jakarta, Minggu (6/3), kenaikan jumlah kasus tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2010.

Penurunan kasus hanya terjadi pada 2012 sebanyak 3,67 persen dari 29.713 kasus pada 2011 menjadi 28.623 kasus. Selebihnya kasus narkoba selalu meningkat dengan lonjakan tertinggi kedua sebanyak 11,64 persen pada 2011

Sumber: SkalaNews/8 Maret 2016/mad/ant

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *