Demam PilGub DKI 2022 Sudah Mulai Terasa

Spread the love

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta memang masih sekitar dua tahun lagi, namun demamnya sudah terasa saat ini (awal 2021). Menuju hari pendaftaran cagub kita akan melihat adanya transformasi terhadap informasi-informasi seputar PilGub DKI Jakarta di tahun 2022, baik itu survey, perang tagar di medsos, perang spanduk, perang atribut, pembentukan relawan, dan lain – lain, informasi awal akan berkutat pada seputar siapa-siapa saja sosok yang akan maju mencalonkan dirinya di PilGub DKI 2020 mendatang.

Tidak bisa disangkal bahwa PilGub DKI Jakarta memiliki pamor lebih bahkan hampir setingkat Pemilihan Presiden, hal ini didasari karena Jakarta masih sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, selain itu faktor besarnya nominal uang (modal) yang berputar didalamnya, belum lagi proyek – proyek besar seperti reklamasi misalnya, ini semua membuat setiap pribadi kepincut ingin menguasainya. Tidak mengherankan bilamana Ibukota dijadikan target utama beberapa orang yang telah dianggap sukses di daerah kemudian ingin maju atau dimajukan di pilkada Jakarta jauh – jauh hari. Banyak orang memiliki kepentingan, kita dapat mengamati bahwa permasalahan di Jakarta umumnya timbul karena adanya kepentingan-kepentingan tersebut.

Permasalahan Jakarta kini pelan – pelan terus dibenahi dan terselesaikan, walaupun tidak ada jaminan semua persoalan Jakarta akan dapat selesai dalam satu kepemimpinan Gubernur dengan masa lima tahun. Jakarta membutuhkan pemimpin yang mempunyai kapabilitas mumpuni menyelesaikan permasalahan, bukan pemimpin pencitraan yang justru membuka jalan kepentingan tertentu yang akan menambah permasalahan.

Kini aroma persaingan jelas sudah berhembus baik di media maupun medsos, tensi-tensi tinggiterbayang kembali akan menghiasi sudut – sudut kota yang sudah punya kesibukannya sendiri – sendiri. Akan banyak adu pandangan, akan banyak adu pendapat, akan banyak adu survey, akan banyak kritikan, akan banyak buly-an dan sebagainya. Benih keberpihakan akan mulai ditebar sambil menunggunya panen yang dinantikan dan semoga benih kebencian tidak dibawa. Apakah kita semua akan kembali diliputi oleh yang namanya “pembelahan” atau adu domba yang efeknya masih terasa sejak 2017 sampai sekarang.

Semoga saja, ke depan PilGub DKI tidak membawa polarisasi yang lebih kuat, tidak membawa pencitraan semu, semuanya harus berujung pada kepentingan kemajuan kota Jakarta itu sendiri dan juga kebahagiaan warga Jakarta.

 

*) Oleh Al Mansur Hidayatullah, Ketua DPD PKS Jaksel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *