BidPuan PKS Jaksel : Ayo Bantu Kaum Ibu untuk Menguatkan Ketahanan Keluarga Selama Pandemi

Spread the love

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Jaksel, Ibu Hj. Asmara Dewi mengimbau para Ibu, sebagai garda terdepan ketahanan keluarga harus kuat dan mampu menjaga serta melindungi keluarga supaya mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Ibu Dewi, sapaan akrabnya mengatakan, selama pandemi Covid-19, warga masyarakat mempunyai waktu lebih banyak bersama keluarga. Hal itu terkait dengan anjuran pemerintah untuk bekerja dan sekolah dari rumah dan beribadah di rumah.

“Banyak waktu yang bisa digunakan bersama – sama dengan anggota keluarga, maka kecakapan memanfaatkan waktu bersama keluarga, dengan menciptakan kegiatan kreatif untuk bisa saling menguatkan meningkatkan antara sesama anggota keluarga maka tidak akan menimbulkan kebosanan. Disinilah dituntut kepiawaian kaum ibu untuk menguatkan ketahanan keluarga,” kata Ibu Dewi.

Ibu Dewi juga menambahkan, bahwa berkurang atau hilangnya pendapatan ekonomi keluarga akibat pandemi dapat menjadi beban baru. Kondisi itu berdampak pada kecukupan gizi anak yang mungkin tidak terpenuhi, sehingga beban ibu dalam keluarga makin berat. Maka kaum Ibu harus bersama-sama berkolaborasi untuk membangun ketahanan keluarga di masa pandemi.

Ibu Dewi menjelaskan, beragam upaya dilakukan Bidang Perempuan PKS Jaksel guna membantu meningkatkan ketahanan keluarga di masa pandemi. Salah satunya program ‘taawun kader’ yang meliputi banyak bidang, terutama bidang sosial, ekonomi, dan kesehatan. Misalnya beberapa kaum Ibu kader membantu keluraga yang sedang idolasi mandiri karena terkena covid, mereka ada yang menyumbang saturan, sembako, uang dan juga pulsa. Selain itu program pemberdayaan ekonomi keluarga miskin, perempuan rentan dan terdampak Covid-19, serta perluasan program perlindungan sosial bagi keluarga miskin juga terus digalakan.

“PKS Jaksel membuka layanan bagi kaum perempuan baik secara online maupun offline, membuka konsultasi keluarga dan penguatan rohani atau spiritual, serta melakukan pendataan dan pemantauan situasi perempuan dan anak rentan terdampak Covid-19,” jelas Ibu Dewi.

Ibu Dewi juga menyebutkan, berbagai cobaan yang dihadapi masyarakat di masa pandemi, salah satunya tekanan psikis pribadi dan keluarga, mayoritasnya karena penghidupan ekonomi berkurang, ketidakpastian masa depan, keterbatasan ruang penyaluran kanal psikologi karena harus di rumah terus, akibatnya hubungan antaranggota keluarga menjadi renggang semasa pandemi ini.

Dijelaskan pula oleh Ibu Dewi, bahwa di masa pandemi ini baru terasa pentingnya membangun sebuah ketahanan keluarga yang kokoh. Membangun dan menjaga ketangguhan keluarga itu bagusnya memang dilakukan sebelum masa pandemi. Kalau sebelumnya keluarga dikelola dengan baik dan kuat maka pandemi ini kecil kemungkinan tidak akan menimbulkan persoalan yang besar. Tetapi kalau sebelumnya pilarnya sudah retak dan rapuh maka apabila terkena bencana alam seperti pandemi ini akan langsung merobohkan bangunan keluarga itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *