Bidang Perempuan PKS Jaksel Selenggarakan Maulid Nabi, Jamaah Membludak

Spread the love

maulid bidang perempuan pks jaksel

Sabtu siang (17/12) ratusan Ustadzah Majelis Taklim se-Jakarta Selatan menghadiri dan menyambut antusias acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Bidang Perempuan (BPKK) DPD PKS Jaksel, dari undangan panitia tercatat ada 70 ustadzah.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan bagian tradisi umat Islam di Indonesia yang sudah mengakar selama ratusan tahun. PKS sebagai bagian dari komponen bangsa dan juga komponen umat, terus ikut melestarikan tradisi Maulid tersebut. Arus budaya asing, demam materialisme serta hedonisme barat dengan berbagai macam model variannya terus mengikis sedikit demi sedikit nilai dan tradisi luhur bangsa ini. Apabila tradisi yang luhur dan mulia seperti Maulid Nabi tidak dilestarikan, maka bisa jadi anak cucu kita di kelak kemudian hari tidak akan mengenal Nabi Muhammad SAW, tidak mengetahui sejarah perjuangan Nabi SAW atau dalam istilah jawa dikenal dengan istilah kepaten obor.

Sejak pukul 13.00 para Ustadzah se-Jaksel sudah berbondong-bondong mendatangi lokasi acara Maulid, ratusan jama’ah maulid tetap berdatangan meski lalu lintas siang saat itu wilayah Pasar Minggu dan sekitarnya macet dan ramai serta diguyur hujan cukup deras.

Dari tempat maulid terdengar suara surat Yasin dan Sholawat Nabi dilantunkan, yang dalam maulid kali ini dibacakan oleh ustadzah Hj. Robiah dan Majelis Taklim Lebak Bulus Rt 03. Pembacaan ayat suci Al Qur’an dilantunkan oleh Ustadzah Murtilah dengan sari tilawah oleh ustadzah Ratna Ningsih. Dua Ustadzah yang menjadi MC pada acara maulid kali ini, yakni Ustadzah Gesang Utari dan Ustadzah Murtilah dengan Tema Maulid kali ini adalah “Dengan Maulid Nabi Muhammad SAW Kita Kuatkan Ukhuwah dan Silaturrahim” disampaikan secara apik oleh penceramah, yakni Ustadz H. Romli Si’an Mair dan Ustadzah Lulu Susanti, S.Pd.I, M.Ag. Sebelumnya Ustadzah Hj. Asmara Dewi, S.Sos.I sebagai Ka.BPKK DPD PKS Jakarta Selatan sekaligus tuan rumah menyampaikan sambutannya dihadapan ratusan ustadzah yang hadir.

Perayaan kelahiran Rasulullah bisa dijadikan momentun untuk evaluasi diri. Makna kelahiran Nabi adalah spirit perubahan dan perbaikan akhlak, khususnya di Jakarta. Dalam perjalanan hidup Rasulullah, ada banyak momen perubahan, bahkan sejak hati Nabi dibersihkan oleh malaikat, datangnya wahyu Iqra’, hijrah ke Yastrib, hingga kejayaan Islam; semuanya mengandung pesan perubahan.

Peringatan Maulid Nabi ini harus mampu memberi pencerahan kepada masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi momen untuk kembali mengingatkan sesama untuk terus menauladani Rasulullah SAW. Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, oleh karena itu, kita harus meneladani Rasulullah dalam segala hal. Maulid Nabi Muhammad SAW juga merupakan ekspresi rasa syukur dan ucapan terima kasih, maka secara tidak langsung dengan Maulid Nabi Muhammad SAW ini kita diajari dan diajak untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Allah dan Rasul-Nya. Acara kemudian ditutup tepat pukul 16.00, didahului dengan doa yang disampaikan oleh Ustadzah Lulu Susanti, S.Pd.I, M.Ag.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *