Bidang Kepanduan PKS Jaksel, Konsisten Tumbuhkan Sikap Siap-Siaga Bencana

Spread the love

banjir kepanduanBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadikan 26 April kemarin sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Hal ini dikarenakan tanggal itu bertepatan dengan lahirnya UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. Dampak bencana juga selalu meningkat setiap tahun, khususnya pada kehidupan sosial, ekonomi dan kelestarian linkungan.

Pemerintah Jepang aktif mengkampanyekan siaga bencana. Dampaknya, 95 persen masyarakatnya bisa selamat saat terjadi bencana.

Komitmen PKS Jaksel untuk ikut serta dalam upaya pengurangan risiko bencana dilakukan melalui beberapa program unggulan yang dikomandoi oleh bidang kepanduan dan olah raga (BKO) DPD PKS Jaksel.

“Kader PKS memang dituntut selalu siap untuk membantu sesama, lebih khusus bantuan terhadap bencana alam yang terjadi. Seluruh kader PKS adalah “relawan” tanggap bencana yang siap diterjunkan membantu masyarakat,” ujar Bang Pandu DPD PKS Jaksel.

Salah satu kesiapan yang tim Kepanduan PKS Jaksel lakukakan adalah dengan melaksanakan program tahunan untuk seluruh kader PKS yaitu Kemah Bakti Nusantara. Perkemahan yang dilaksanakan selama 3-4 hari di di gunung maupun di bumi perkemahan.  Didalam acara kemah inilah, para kader di latih kesiapanya, secara fisik maupun keterampilan tentang kegawatdaruratan bencana. Secara fisik mereka disiapkan untuk bisa kuat dan bertahan dalam kondisi apapun ( pelatihan survival ).  Secara garis besar materi-materi ke’relawanan’ dari mulai manajemen logistik, dapur umum sampai ke medis (P3K) diberikan untuk menambah wawasan kader.

“Indonesia adalah negara rawan bencana. Trennya pun kian meningkat, Kita harus selalu dituntut kesiap-siagaannya” kata Bang Pandu, Rabu (26/4).

Dalam kesiapannya, BKO juga telah membentuk Tim khusus, yaitu Tim Rescue PKS. Tim ini bertugas merespon secara cepat di lapangan, baik itu melakukan evakuasi maupun mengumpulkan data. Untuk mempersolid dan meningkatkan skill tim ini, secara khusus mereka juga telah mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh lembaga pelatihan eksternal maupun yang diadakan secara mandiri. “Kami di BKO menjadi spirit kesiap-siagaan kader dan juga bidang yang lain untuk membantu berkhidmat kepada warga, meminimalisir risiko bencana,” kata Bang Pandu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *