Al Mansur : Jangan Terlalu Fokus Memperingati, Tapi Lupa Mengisi Kemerdekaan

Spread the love

Ketua DPD PKS Jaksel Al Mansur Hidayatullah memberikan sambutan Halal Bihalal PKS Jaksel17 Agustus merupakan momen bersejarah yang penting bagi sebuah negara Indonesia. Kemerdekaan sebuah negara tentu melewati perjuangan yang panjang dan serta pengorbanan yang tidak sedikit. “Para pahlawan mengorbankan harta, jiwa, dan raga mereka untuk sebuah kemerdekaan dari tangan para penjajah,” ujar Al Mansur Hidayatullah, ketua DPD PKS Jaksel.

Namun, meskipun Indonesia sudah merdeka, kita masih harus menghadapi tantangan dunia globalisasi yang begitu keras, menghadapi tekanan-tekanan dan infiltrasi budaya asing serta bersaing dalam penguasaan iptek diantara negara-negara lain. “Budaya – budaya asing yang berbeda diametral dengan jati diri bangsa, masuk melewati berbagai media dan tanpa filter moral dan agama,” tegas Al Mansur.

Memperingati hari kemerdekaan bisa dilakukan dengan bebagai macam cara, oleh karenanya pada tangal 17 Agustus dapat dipastikan hampir semua tempat melakukan lomba dan kegiatan kreatif dalam rangka memperingati hari ulang tahun Republik Indonesia. Namun perlu disadari bahwa memperingati kemerdekaan tidak cukup hanya sehari ataupun sepekan. Al Mansur mengatakan, “Mengingat kemerdekaan seharusnya bisa dilakukan setiap saat. Mengingat kemerdekaan harus bisa menyadarkan kita akan pentingnya mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih para pahlawan pendahulu kita.”

Banyak orang terlalu fokus pada seremonial memperingati kemerdekaan yang biasanya berlangsung satu hari atau satu pekan, sementara mereka lupa bahwa ada yang yang tidak kalah penting yakni mengisi kemerdekaan itu sendiri. Al mansur mengingatkan, “Jangan sampai kita merasa merdeka di satu dua hari, tetapi di hari – hari selanjutnya kita tetap di bawah hegomoni asing dengan berbagai bentuknya.”

“Coba kita lihat di jalanan Jakarta yang macet, berapa jumlah merek mobil asing berkeliaran. Coba kita cek handphone kita, berapa banyak yang dibuat di dalam negeri. Coba lihat berita, berapa banyak pemuda pemudi yang terjerumus dalam arus budaya seks bebas dan pornografi. Yang terakhir mari kita cek garam dapur rumah kita, adakah hasil impor atau produksi petani dalam negeri,” tanya Al Mansur.

Segenap anak bangsa memiliki kewajiban untuk menjaga Indonesia sebagaimana menjaga rumahnya sendiri. Al Mansur mengibaratkan Indonesia adalah rumah yang dibangun oleh para bapak dan ibu bangsa, dipertahankan, dirawat dan dipercantik oleh anak bangsanya sendiri. Al Mansur sangat berharap seluruh elemen bangsa bangkit dan melongok lagi kondisi bangsanya, jangan sampai rumah kita diserang oleh pihak luar atau juga dirusak dari dalam.

Kemandirian Bangsa adalah wujud nyata dari kemerdekaan. Jika sebuah Negara masih bergantung pada pihak luar, maka negara tersebut belum sepenuhnya dikatakan MERDEKA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *