Home » Kegiatan PKS » Warga Pancoran Ngaji Kebhinekaan Bersama Ustadz Hidayat Nur Wahid

Warga Pancoran Ngaji Kebhinekaan Bersama Ustadz Hidayat Nur Wahid

pancoran_RDP_HNW_20170511_djo_DSC_1295c-640x427Islam jelas mengakui kebhinekaan, kebhinekaan dalam hal keyakinan, etnik, bahasa, dan lain sebagainya, kebhinekaan adalah realitas yang tidak mungkin ditolak. Masalahnya, saat ini kebhinekaan sering diklaim dimiliki oleh kelompok tertentu saja.

Akhir – akhir ini muncul anggapan bahwa menghormati kebhinekaan itu hanya diartikan sebagai sikap merayakan perbedaan, tapi kurang mengindahkan hak setiap warga memeluk dan menjalankan ajaran agama dan keyakinannya, sebagaimana telah dijamin dalam konstitusi dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kebhinekaan akhir-akhir ini direduksi maknanya menjadi semata-mata melindungi hak minoritas tanpa menghormati hak mayoritas. Parade kebinekaan dimaknai sebagai parade perbedaan tanpa penghormatan terhadap tegaknya hukum dan keadilan.

Kebhinekaan diklaim – klaim sepihak, menganggap yang lain tidak atau kurang bhineka, kurang Pancasila atau kurang Indonesia. Jika ada pemikiran yang mencoba membenturkan antara Islam, kebinekaan, dan NKRI, pemikiran itu harus diluruskan karena berbahaya dan ahistoris. Islam, kebinekaan, dan NKRI adalah satu kesatuan tak terpisahkan.

Wakil Ketua MPR RI yang juga anggota DPR RI Fraksi PKS Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan tokoh masyarakat kecamatan Pancoran di Gd. SDIT Insan Mandiri Jakarta, Kamis sore (11/05). RDP dalam agenda reses kali ini bertemakan: “Bhinneka Tunggal Ika sebagai Perekat Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara untuk Memperkuat Wawasan Nusantara”.

Para hadirin  yang terdiri dari kader PKS dan tokoh masyarakat di kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan tampak menyimak dengan serius paparan dari Ust. Hidayat Nur Wahid.

Anggota DPR RI dari Dapil DKI JAKARTA II yang menyukai pelajaran sejarah ini tampak bersemangat memaparkan peran-peran strategis PKS dalam dakwah melalui parlemen semenjak masih bernama Partai Keadilan (PK) hingga saat ini. Beliau juga menceritakan beberapa peristiwa menarik dalam sejarah NKRI yang mungkin sebahagian hadirin juga baru mengetahuinya saat ini. Sejarah membuktikan bahwa umat Islam sangat sayang dan cinta kepada Indonesia, disana  ada KH Wahid Hasyim, Kasman Singodimejo, Abdul Kahar Muzakkir dan lainnya yang berjuang ikhlas untuk kemajuan dan persatuan Indonesia.

Acara RDP yang dimulai ba’da shalat ashar juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diakhiri menjelang maghrib dengan buka puasa dan sesi foto bersama. Sesi dengar pendapat ini dihadiri lebih dari dua ratus peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>