Home » Taujih » Ustadz Syaiful : ‘Menangkan Allah’ itu Maksudnya Jadilah Kalian Dikenal Oleh ‘Penghuni Langit’
Ustadz Syaiful : ‘Menangkan Allah’ itu Maksudnya Jadilah Kalian Dikenal Oleh ‘Penghuni Langit’

Ustadz Syaiful : ‘Menangkan Allah’ itu Maksudnya Jadilah Kalian Dikenal Oleh ‘Penghuni Langit’

Seorang manusia bisa saja bangga ketika terkenal di seluruh dunia, survey – survey semua mengunggulkan dia, semua kalangan mendekat ke dia. Namun hal itu tidak menjadi jaminan dirinya terkenal diantara ‘penghuni langit’. Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa di langit ada ribuan malaikat yang selalu mengucapkan kalimat pujian kepada Allah SWT. Hal itu membuat kedudukan langit menjadi sangat spesial dalam Agama Islam. Ternyata ada beberapa manusia yang sangat terkenal di kalangan penghuni langit walaupun di dunia ia biasa – biasa saja, bahkan sering diolok-olok atau di ejek.

Dia mungkin hanya manusia biasa yang bekerja sebagai penggembala kambing miskin dan sudah yatim. Namun, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa semua penduduk langit mengenalnya, bahkan doanya selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Siapakah dia? Beliau adalah Uwais Al Qarni, doanya tidak pernah ditolak Allah SWT.

Seiring waktu, kita semakin sering mendengar atau melihat sebagian orang yang berbondong-bondong mengikuti tes atau audisi agar menjadi orang terkenal. Ada juga yang berani membayar mahal konsultan personal branding untuk membuat proyek pencitraannya berhasil. Saudaraku, untuk apa kita sibuk memikirkan cara agar orang lain menghormati kita? Kalau sudah dihormati, terus kita mau apa? Kalau tidak hati-hati, banyaknya orang yang menaruh hormat kepada kita, janagn – jangan disebabkan oleh harapan atau takut akan sesuatu dari kita. Penghormatan yang tulus itu sejatinya tidak mudah didapatkan.

Tidak ada masalah tidak dikenal manusia. Kita tidak perlu mencari kedudukan di tengah makhluk, kita berbuat baik pada orang cukup agar Allah SWT ridho atau suka. Penting agar kita bisa populer di kalangan penghuni langit. Agar kita dapat termasuk golongan orang-orang yang beriman dan dimohonkan ampun oleh malaikat-malaikat. Yang memikul dan yang berada di sekeliling ‘Arsy, sambil bertasbih memuji dan beriman kepada Allah, lalu berdoa:

“Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu, dan peliharalah mereka dari azab neraka. Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepada mereka dan itulah kemenangan yang agung.” (Q.S Ghafir : 7-9).

Betapa janji Allah itu selalu benar, bahwa Allah SWT pasti akan menolong hamba-Nya yang menolong agama-Nya. Sejarah telah mencatat rahmat Allah selalu menyertai orang-orang yang beriman. Kemenangan sejati selalu berada ketika ia bersandingan dengan iman. Berikut adalah beberapa hal yang menyokong kemenangan yang diraih kaum muslimin. Sejarah telah mencatat rahmat Allah yang menyertai orang-orang yang beriman, kemenangan sejati selalu ada ketika ia bersandingan dengan iman.

Kemenangan pada perang Badar menjadi pesta di kalangan para penduduk langit (malaikat) karena peristiwa ini adalah pertama kalinya mereka diizinkan terjun ke gelanggang perang di bawah komando malaikat Jibril dengan seribu pasukan malaikat pilihan lainnya.

“Sesungguhnya Aku akan mendatangkan kepadamu bala bantuan dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (Q.S Al Anfal:9)

Nah, apakah kita mau populer di kalangan penghuni langit, didoakan kemenangan yang agung oleh para malaikat, dan dicintai Allah SWT? Atau, masih ingin mencari popularitas di mata orang-orang, masuk tv, dan didoakan jadi juara oleh dewan juri, di agungkan oleh tim survey dan pooling?

Dalam banyak catatan sejarah, banyak orang-orang yang dianggap kelas bawah bahkan senantiasa menjadi bahan olokan masyarakat, tetapi ternyata doa-doa mereka langsung menembus langit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*