Home » Kegiatan PKS » Tidak “Kepaten Obor”, PKS Jaksel Silaturahim Ke Kediaman Ustadz Hilmi Aminuddin
Tidak “Kepaten Obor”, PKS Jaksel Silaturahim Ke Kediaman Ustadz Hilmi Aminuddin

Tidak “Kepaten Obor”, PKS Jaksel Silaturahim Ke Kediaman Ustadz Hilmi Aminuddin

IMG-20170709-WA0021Didampingi sekretaris DPD PKS Jaksel, Mohammad Yamin dan jajarannya, Ketua DPD PKS Jaksel Al Mansur Hidayatullah bersilaturahim ke kediaman Ustadz Hilmi Aminuddin, Mantan Ketua Majelis Syuro PKS periode 2010-2015 di Lembang Jawa Barat.

“Kami kesini dalam rangka silaturahim ba’da lebaran, kemudian kami juga minta tausiyah dari ustadz”, ujar Ketua DPD PKS Jaksel Al Mansur Hidayatullah membuka obrolan. Bersama rombongan pengurus PKS Jaksel, hadir juga para ketua DPC PKS se-Jakarta Selatan dan jajarannya.

Acara yang berlangsung pada hari Sabtu (8/7) ini dimaksudakan untuk mempererat silaturahmi, menjalin kedekatan antar pengurus dengan para ‘sesepuh’ dakwah. Arus informasi dan budaya modern dengan berbagai macam model variannya terus mengikis sedikit demi sedikit nilai dan tradisi silaturahim. Apabila tradisi yang luhur dan mulia tersebut tidak dilestarikan, maka bisa jadi generasi selanjutnya kelak kemudian hari tidak akan mengenal generasi awal, tidak mengetahui sejarah perjuangan dakwah atau dalam istilah jawa dikenal dengan istilah kepaten obor.

“Kita meminta masukan, tausiyah, dan doa restu dari Ustadz Hilmi untuk penguatan dalam melewati perjalanan hari – hari ke depan,” jelas Ustadz Al Mansur.

Ustadz Hilmi menasehati kami agar kita tidak kehabisan napas dan kita tidak boleh terburu-buru mengambil suatu sikap atas gejala – gejala yang ada tanpa ilmu yang cukup. Kami juga diingatkan untuk senantiasa berhati-hati dalam berucap dan berbuat, karena semua pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Ta’ala di akhirat. “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36).

Ustadz Hilmi berpesan bahwa dalam menjalani hidup ini, kita dilarang bersikap sombong. Sesungguhnya kebesaran hanyak milik Allah SWT dan kesombongan itu adalah jalan kehinaan.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18).

“Kesombongan adalah jubah-Ku dan Kebesaran adalah pakaian-Ku. Barang siapa yang bersaing dengan-Ku dengan itu, Aku akan melemparkan mereka ke api Neraka” (HR Abu Dawud)

Ustadz Hilmi Aminuddin menekankan agar kita selalu bersatu, “Allah telah memberikan perangkat agar kokoh persatuan kita, dengan saling menasehati dalam kebenaran, saling menasehati dalam kesabaran. dengan saling menasehati, kita akan memiliki daya tahan dalam memikul beban karena banyak sekali resiko dalam perjalanan dakwah dan ini merupakan sunnatullah.”

Selain itu, ustadz Hilmi juga mengingatkan kita untuk terus saling berkasih sayang (marhamah). “Dalam perjalanan hidup dan dakwah akan selalu ditemui saat-saat pahit, saat-saat sakit dan terpuruk, di sini harus lebih intens lagi dalam perhatian dan kasih sayang,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*