Home » Kegiatan PKS » Proses Pergantian Kepemimpinan di PKS Kebayoran Baru Tidak Diwarnai Gejolak
Proses Pergantian Kepemimpinan di PKS Kebayoran Baru Tidak Diwarnai Gejolak

Proses Pergantian Kepemimpinan di PKS Kebayoran Baru Tidak Diwarnai Gejolak

Ketua DPD PKS Jakarta Selatan, Al Mansur Hidayatullah membuka salah satu rahasia kenapa proses pergantian kepemimpinan di beberapa cabang di Jakarta Selatan relatif lancar dan mulus tanpa gejolak. Alasannya, PKS telah menerapkan pola kepemimpinan 360 derajat, yang artinya setiap kader berkontribusi tidak terkait pada posisi, “Dimanapun, bagaimanapun, kapanpun maupun dalam posisi apapun, kader tetap bisa dan akan berkontribusi, tidak ada istilahnya ngambek atau baper,” ujar Al Mansur.

Dalam organisasi PKS dikenal dua jalur kontribusi yakni kontribusi struktural dan kontribusi kultural. Bagi yang tidak mendapat peran di struktur partai, maka dapat mengembangkan diri di jalur dakwah kultural. “PKS menerapkan sistem kepemimpinan yang berbasis pada peran dan fungsi. Jadi di manapun dan apapun posisinya, setiap kader akan menjalankan fungsi kepemimpinannya,” tambah Al Mansur. Atas pemahaman inilah yang kemudian membuat peralihan kekuasaan di PKS tidak banyak muncul gejolak.

Begitupun para kader PKS Kebayoran Baru yang terpilih maupun yang diganti sama – sama ikhlas. Terpilih sebagai pengurus baru struktur PKS Kebayoran Baru sebagai Ketua adalah H. Hari Sanusi dan sekretarisnya adalah Bang Rijal. Ketua PKS Jaksel, Al Mansur Hidayatullah kembali menyampaikan menyampaikan rasa bangganya atas dilaksanakannya perombakan struktur PKS Kebayoran Baru. Al Mansur juga menyampaikan terima kasih setinggi – tingginya kepada Bang Hamdani yang telah mengantarkan kecamatan Kebayoran Baru meraih kemenangan besar di Pilkada DKI 2017 lalu. “Apapun keputusannya, kader PKS harus siap, kita ini adalah seorang prajurit,” tutup Al Mansur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*