PKS Fasilitasi Peran Emak – Emak Zaman Now Aktif Dalam Politik

Spread the love

Warga masyarakat dalam beberapa bulan – bulan terakhir disuguhi fenomena tentang maraknya partisipasi perempuan di lingkup publik, khususnya di arena politik di Indonesia. Fenomena ini dikenal dengan ungkapan ”Politik Emak – Emak”. Mereka aktif berbicara politik di tengah masyarakat. Politik dapat diartikan sebagai proses pembagian ruang partisipasi dalam masyarakat agar dapat bersama-sama membuat keputusan bagi negara.

DPC PKS Pancoran memfasilitasi mereka, para emak – emak untuk lebih mengetahui informasi yang lebih utuh tentang perpolitikan, positif dan tantangannya. Lewat Biro Peningkatan Kapasitas Kader Perempuan (PKKP), PKS Pancoran mengundang DR. Anis Byarwati, seorang kader PKS yang sudah banyak berpengalaman dalam organisasi, politik dan juga legislatif. Acara ini bertajuk, “Pendidikan Politik untuk Perempuan” berlangsung di salah satu rumah kader PKS di Pancoran, Ahad (7/10).

Fenomena kaum emak-emak terjun politik memang unik, mereka kuat. Jangan ragukan soal loyalitasnya, karena sebagai wanita sudah teruji melewati banyak cobaan. hamil, melahirkan, membesarkan anak sampai mengurus rumah dan seabrek kerjaan lainnya. Sehingga tak heran bila sampai ada sebutan ‘The Power of Emak-Emak’.

Seiring dengan ramainya isu Pilpres, PKS sebagai salah satu entitas politik berusaha memberikan informasi politik kepada para emak – emak tersebut secara utuh. Perempuan berkiprah di dunia politik merupakan hal biasa. Keharusan adanya keterwakilan perempuan dalam parlemen menjadi hal yang semakin menegaskan peran seorang Ibu dikancah perpolitikan yang dinamis. Selain tentunya terhadap keluarga dan rumahtangganya, baik kepada suaminya, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya. Beruntung jika memiliki keluarga yang memiliki satu visi. Banyak pesan berantai dirasa valid juga disebarkan kepada teman atau keluarga.

Sebagai kaum Hawa, emak – emak harus menegaskan kembali aktualisasinya, oleh karena itu PKS membekali emak – emak di era globalisasi ini dengan informasi politik. Istilah kerennya, mereka harus jadi emak-emak zaman now. Hak perempuan adalah hak azasi manusia, ia tidak boleh diperkecil dan dipinggirkan dari segala hak yang telah ada.

Mereka bisa berkontribusi lewat akun media sosial, emak-emak bisa bersuara di sana. Mereka mengeluarkan pendapatnya terkait berbagai kebijakan pemerintah. Mereka bisa berdiskusi dengan sesama pengguna media sosial.  Perempuan dalam berpolitik tidak boleh baper alias bawa perasaan. Berdebat sudah bukan hal aneh, namun selisih paham itu tidak boleh lantas memutus tali silaturahim.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *