Memfasilitasi Kebahagian Kader Dalam Kemah Bakti Nusantara PKS Jaksel

Spread the love

Enjoy kan disini?, dimanapun, ini sering kami tanyakan kepada kader – kader PKS yang ikut perkemahan. Sebagian besar menjawab “tidak” dengan sedikit malu – malu.  Namun di Kemah Bakti Nusantara 2018 ini agak berbeda, kemah kali ini dikemas dengan lebih fun, lebih gembira, lebih mandiri, lebih arab, dan lebih dekat dengan masyarakat namun tidak meninggalkan poin – poin dasar perkemahan kader PKS. Bahasa kerennya tetap pada asholah kemah kader.

Kemah Bakti Nusantara (Kembara) PKS Jaksel gelombang pertama ini dibuka oleh Ustadz Al Mansur Hidayatullah, Lc di Bumi Perkemahan Gunung Bunder Bogor pada hari Jum’at 20 April 2018. InsyaAllah akan ada satu gelombang lagi yang akan berangkat nanti pada awal Mei 2018.  “Kita namakan kegiatan ini dengan nama, Kembara Saba Desa. Kader nanti separo kegiatan akan di adakan di hutan sebagian lagi akan bergabung bersama masyarakat,” ujar Al Mansur Hidayatullah.

Kembara kali ini memang dirancang dengan suasana keren, gembira, dan asyik. Beberapa kader di tengah dan di akhir acara mengungkapkan beebrapa testimoninya. Mereka menyatakan lebih gembira, lebih fresh, lebih dekat dengan alam dan juga masyarakat. Udara yang lebih dingin dan lebih segar membuat suasana gembira dan akrab lebih terjalin. Demikian juga kekhusyuan berbadah menjadi lebih terasa ketika peserta beribadah di sepertiga malam dengan hanya beralasakan rumput dan beratapkan langit sambil ditemani suara – suara binatang malam.

Kembara kali ini dinamakan Saba Desa, karena sebagian dari waktu kegaitan, para peserta bergabung membantu membantu masyarakat. Mereka juga bermalam atau tidur di tengah – tengah pemukiman masyarakat. Inilah yang membuat mereka lebih menikmati kembara 2018, satu hari merasakan pengalaman bersama alam, dua hari merasakan denyut nadi dan kehidupan warga disekitar hutan.

Di hari pertama mereka datang ke lokasi, ada yang menggunakan kereta, ada yang menggunankan ojek, ada yang membawa mobil pribadi, dan juga menyewa angkot. Setelah sampai dan mendaftar di pos panitia, peserta kemudian diminta memasang tenda, memasak, bersiap sholat jumat. Sore harinya mereka mengikuti acara baris berbaris serta materi bela negara. Di hari kedua dan ketiga mereka terjun berkhidmat dengan warga masyarakat sekitar sampai acara penutupan juga dilakukan di lokasi dengan dengan pemukiman warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *