Ketua PKS Jaksel : Jangan Ada Pihak yang Menghalangi Persija Punya Stadion

Spread the love

Ketua PKS Jaksel, Al Mansur Hidayatullah mengatakan, “Jangan ada pihak – pihak yang secara langsung maupun tidak langsung menghalangi persija untuk punya stadion.” Dua stadion mereka sebelumnya Stadion Menteng dan Lebak Bulus, kini sudah beralih fungsi menjadi taman kota juga bukan stadion Persija lagi.

“Tidak mudah buat tim yang tidak punya stadion, Tim yang punya stadion pasti lebih siap, tidak butuh adaptasi. Sementara Persija harus terus beradaptasi dengan lapangan,” kata Al Mansur. Di musim ini, Persija sudah berkali – kali berpindah stadion ketika menggelar laga kandang. Padahal laga kandang itu bisa dimanfaatkan Persija yang kini sedang bersaing meraih gelar juara liga.

Menggelar laga kandang di luar Jakarta memang memiliki kerugian. Dari segi mentalitas, para pemain Persija dipastikan kurang mendapatkan dukungan penuh dari Jakmania. Kemudian pendapatan Persija dari penjualan tiket juga akan berkurang drastis. Hal ini tentu tak terlepas dari jarak yang cukup jauh bagi Jakmania di Jakarta untuk pergi ke lura kota. Alhasil, Jakmania yang biasanya berjumlah puluhan ribu saat mendukung, akan menurun tajam jumlahnya. “Kami dorong kepada legislatif dan eksekutif agar Persija tidak terus menjadi klub musafir,” ujar Al Mansur.

Gubernur Anies Baswedan sudah berjanji akan membangun stadion baru. Namun kami melihat masih ada pihak – pihak yang seperti ingin menghalangi kebijakan tersebut. Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggandeng KPBU untuk segera melakukan uji publik terkait rencana pembangunan stadion untuk persija. Seluruh pihak harus terlibat, mulai dari proses perencanaan hingga pembangunan stadion yang rencananya akan dibangun di Taman BMW, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Stadion yang belum diberi nama itu nantinya akan dibangun dengan skema KPBU dan konsep Public Privat Patnership (PPP) pada akhir tahun 2018. Stadion juga rencananya akan dilengkapi fasilitas bertaraf internasional berstandar Federation Internasional Football Association (FlFA).

“Menunaikan janji untuk menghadirkan stadion bertaraf internasional di DKI Jakarta, kebanggaan Jakarta khususnya kita sebagai supporter persija,” tegas Al Mansur. Al Mansur juga meminta dalam konsep pembangunannya, stadion harus juga dilengkapi dengan beragam fasilitas mulai dari masjid, mudah terakses oleh transportasi umum, dan mungkin juga hunian bagi masyarakat pra sejahtera.

Nantinya dengan adanya stadion baru untuk persija ini, harapannya prestasi persija akan terus meningkat. Sejarah mencatat Persija pernah menjuarai kompetisi perserikatan sebanyak sembilan kali, yaitu pada musim 1931, 1933, 1934, 1938, 1954, 1964, 1973, 1975, dan 1979. Tim kebanggaan ibu kota juga tercatat sekali menjadi kampiun Liga Indonesia pada musim 2001 dan juga menjadi Juara Piala Presiden 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *