Home » Kegiatan PKS » Jelang Hari Santri, Finalis PKS Jaksel Memenangi Lomba Baca Kitab Kuning

Jelang Hari Santri, Finalis PKS Jaksel Memenangi Lomba Baca Kitab Kuning

photo6267092759814973402Zainal Arifin berhasil keluar sebagai pemenang tingkat Jakarta lomba baca Kitab Kuning Fathul Mu’in karya Syaikh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malbary. Ia mengalahkan puluhan peserta lomba baca kitab kuning yang berlangsung di kantor DPW PKS Jakarta, Jl. Letjen Suprapto Cempaka Baru, Kemayoran, ahad (8/10).

Lomba pembacaan kitab kuning ini diadakan dalam raAgka menghargai, mencintai dan melanjutkan tradisi baik ulama yang mengajarkan Kitab Kuning, juga dalam rangka menyambut Hari Santri.

Zainal Arifin berhasil menyisihkan 89 peserta yang lain yang berasal dari lintas Pondok Pesantren, Ormas, dan juga Universitas. Zainal Arifin tinggal di Cilandak Jakarta Selatan, saat ini sedang menempuh kuliah di UIN Syarif Hidayatullah. Beliau merupakan salah satu perwakilan yang mendaftar dari jalur PKS Jaksel.

Zainal Arifin berhak mendapatkan hadiah jutaan rupiah, bingkisan menarik dan melanggeng ke tahapan final tingkat nasional yang diadakan oleh DPP PKS.

Ketua DPD PKS Jakarta Selatan, Al Mansur Hidayatullah ikut bangga dan mengucapkan selamat kepada Zainal Arifin, pemenang Lomba Baca Kitab Kuning tingkat Jakarta. “Lomba ini sejatinya bukan sekedar kompetisi, akan tetapi peserta juga diharapkan dapat memahami arti kitab Fathul Mu’in pada kehidupan sehari-hari,” ujar Al Mansur.

Al Mansur juga mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah ajang menyambung tradisi kyai zaman dahulu. PKS terus mendorong masyarakat untuk terus belajar memahami kitab kuning yang pada dasarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peradaban Indonesia. “Kita melakukan ini sebagai wujud memperpanjang tradisi ulama. Karena kitab kuning merupakan tradisi ulama yang harus PKS teruskan. Ini merupakan bagian dari sebuah peradaban,” tambah Al Mansur.

PKS membuat lomba pembacaan Kitab Kuning sekaligus juga untuk mendoakan agar Jakarta sebagai ibukota bisa bangkit dan maju kota serta bahagia dan barokah warganya. “Dengan membaca kitab kuning ini harapannya bisa membuat Jakarta adem, tentram, nyaman, bahagia, dan maju. Belakangan ini Jakarta terasa lebih panas dengan segala macam keruwetan masalah yang melanda,” terang Al Mansur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>