Home » Taujih » Menjadi Orang Tua Yang Peduli Dengan Tunas Jaman Now

Menjadi Orang Tua Yang Peduli Dengan Tunas Jaman Now

img_20171122_092820-resized-240

Ustadz Adam Afdoli – Ketua Kaderisasi PKS Jaksel

Pengayoman kita terhadap anak – anak yang merupakan darah daging kita sendiri, maupun anak orang lain seperti anak – anak yatim, anak angkat, maupun anak korban broken home sangatlah penting.

Masa – masa saat anak – anak tumbuh sangatlah penting untuk mendapatkan perhatian. Masa remaja adalah masa dinamis, produktif, penuh semangat, berkemauan keras serta energik. Masa remaja adalah episode di antara dua kelemahan, yakni kelemahan masa anak – anak dan kelemahan masa tua.

“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban …” [Ar-Rum:54]

Perhatian dan pengarahan supaya setiap yang melalui masa remaja tersebut tidak tersesat jalan. Agar kekayaan yang sangat bernilai tiada terbuang percuma. Kekayaan bangsa tidaklah terletak pada kandungan perut bumi, bukan pula yang tersebar di atas permukaannya. Kekayaan yang paling berharga dari sebuah bangsa adalah manusia, remaja merupakan unsur paling penting bagi kekayaan insani ini.  Apabila ingin mengetahui masa depan bangsa, maka kenalilah posisi generasi mudanya, kesibukan apakah yang sedang mereka tekuni, apa yang sedang menjadi obsesi mereka, apa moto mereka, apa tujuan hidup mereka, apa yang mereka perbuat, apa yang mereka sedang pikirkan, apa yang sedang mereka impikan, apa yang sedang diperbincangkan di tengah komunitas dan perkumpulan mereka.

Ada sebagain yang mengisi masa mudanya dengan mentaati Allah, tidak sedikit juga yang mengisi masa mudanya dengan maksiat dan dosa terhadap Allah SWT.  Selain merupakan tanggung jawab sendiri, masa muda juga masih merupakan tanggung jawab para orang tua. Mereka bertanggung jawab atas anak yang dilahirkan, baik sebelum dan sesudah menjadi remaja. Karena itu, orang tua wajib memberi pengarahan dan perhatian. Jangan sampai yang menjadi perhatian orang tua adalah hanya bagaimana mencarikan makan, minum,  pakaian yang baik, kendaraan, pundi – pundi uang dan kesenangan lainnya. Tetapi yang dibutuhkan sebagai orang tua adalah hal yang lebih besar lagi.

“Wahai orang – orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka …” [Q.S At Tahrim : 6]

Wadah pertama pembentukan sumber daya manusia adalah keluarga, dari keluarga jugalah lahir generasi penerus yang akan meneruskan cita-cita orang tuanya.

Dari keluarga inilah segala sesuatu tentang pendidikan bermula. Apabila salah dalam pendidikan awalnya, maka peluang terjadinya berbagai penyimpangan pada diri anak tentu semakin tinggi

” … seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya. Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya …” [Q.S Al Fath : 29]

Menutup potret generasi muda ini, Allah mengumpamakan mereka seperti tunas yang tumbuh dari tanaman induknya. Tunas itu seperti generasi yang terus berkembang dan mengalami perubahan-perubahan. Ini menunjukkan tunas tersebut adalah para remaja yang memiliki kreativitas dan semangat kemajuan. Tunas, hari demi hari mereka mengalami perubahan. Sehingga pada akhirnya tunas-tunas itu mampu mengokohkan tanaman pokoknya. Lalu dia menjadi besar dan tumbuh tegak lurus di atasnya. Hal ini yang membuat senang para penanam – penanamnya.

*) disampaikan di hadapan sebagian kader PKS Jaksel, 19 Nov 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>