Hidayat Nur Wahid Tolak Keras Komunis di Indonesia

Spread the love

Hidayat-Nur-Wahid

Indonesia merupakan negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan ideologi lain. Maka akan menjadi sangat aneh jika sekarang ada yang berusaha menghidupkan kembali ideologi komunis.

“Komunis itu kan tidak punya Tuhan. Maka dia tidak berhak hidup di negara Indonesia ini,” kata Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, saat berbicara di depan 200 kader PKS di Gedung Darma Wanita Klaten, Jumat (27/5/2016) sore.

Terlebih lagi dengan kasus yang termasuk dalam kondisi kedaruratan, seperti narkoba, miras, sparatisme, dan sebagainya. Semua itu menurut Hidayat, tidak ada tempat di bumi Indonesia. Sebab sekali lagi Hidayat menekankan bahwa Indonesia adalah negara berdasarkan Pancasila.

Tak hanya itu saja, permasalahan kesenjangan sosial kini makin kentara. Kenyataannya kini rakyat yang miskin menjadi makin miskin. Sedangkan orang kaya, semakin kaya.

Fenomena itu mengingatkan kembali tentang sila ke-5 Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Adanya kesenjangan itu membuat satu pertanyaan besar muncul, di manakah nilai keadilan sosial itu?

“Keadilan sosial ini menjadi bagian yang harus kita kritisi,” ucap politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Banyaknya permasalahan itu, membuat MPR melakukan sosialisasi Empat Pilar. Apabila ada anggapan bahwa sosialisasi ini dilakukan MPR karena muncul fenomena gerakan berbau komunis, Hidayat menolaknya.

“Sosialisasi sudah dimulai sejak era saya menjadi Ketua MPR periode 2004-2009. Sosialisasi ini dilakukan karena perintah undang-undang,” kata Hidayat.

Selain Hidayat Nur Wahid, turut menjadi narasumber dalam sosialisasi Empat Pilar MPR di Klaten ini adalah anggota MPR dari Fraksi Partai Kesejahteraan Abdul Kharis Almashari yang memang berasal dari dapil Jawa Tengah.

 

Sumber : MetroNews/28 Mei 2016/Pelangi Karismakristi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *