Home » Jakarta » Erniwati : RSUD Harus Bisa Menambah Jumlah NICU dan PICU Untuk Adik Bayi

Erniwati : RSUD Harus Bisa Menambah Jumlah NICU dan PICU Untuk Adik Bayi

erniwati pks jaksel

Ibu Erniwati, S.Sos – Ketua Bidang Kesra PKS Jaksel

Kehadiran Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Paediatric Insentive Care Unit (PICU) sangat vital untuk sebuah rumah sakit. NICU sangat penting untuk menunjang perawatan bayi baru lahir sampai usia 30 hari yang membutuhkan perawatan intensif karena satu dan lain hal.

Beberapa hari yang lalu, masyarakat Jakarta dikejutkan dengan meninggalnya bayi Debora, karena terlambatnya proses mendapatkan rujukan perawatan PICU. Sebelumnya masih hangat dalam benak kita juga, kasus meninggalnya bayi kembar prematur Dera Nur Anggraeni di Jakarta pada tahun 2013 lalu. 8 hingga 10 rumah sakit tidak bisa menampung Dera karena tidak adanya fasilitas NICU.

Ibu Erniwati, Ketua Bidang Kesra PKS Jakarta Selatan sedikit memaparkan tentang penyebaran NICU yang ada di rumah sakit di Jakarta. Pada tahun 2013, Jakarta baru memiliki sekitar 143 unit ruang NICU, yang tersebar di Jakarta Pusat (45 unit), Jakarta Barat (33 unit), Jakarta Selatan (16), Jakarta Timur (35) dan 14 unit di Jakarta Timur. Diantaranya NICU tersebut tersebar di RS Harapan Kita 12 NICU, RS Harapan Bunda 4 NICU, RS Fatmawati 3 NICU, RSCM 10 NICU, dan RS Tarakan 12 NICU.

Dengan hanya 16 NICU untuk Jakarta Selatan, Ibu Erniwati mengatakan bahwa itu masih jauh untuk bisa mengcover seluruh Jakarta Selatan. Luas jakarta Selatan yang mempunyai luas 141,3 km persegi, dengan jumlah penduduk sebanyak 2.206.732 dan jumlah kelahiran 28.000. 1 sampai 3 persen kelahiran di Jakarta membutuhkan NICU atau 1 dari 100 Bayi yang lahir di Jakarta Butuh NICU. “Rasa – rasanya dengan 143 NICU yang tersebar di beberapa rumah sakit swasta maupun milik pemerintah, jumlah tersebut tidak mencukupi. Perlu ada penambahan jumlah NICU di Rumah Sakit, khususnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang jelas – jelas sebagai mitra BPJS,” ujar Ibu Erniwati. Penambahan NICU, otomatis juga harus paralel diiringi penambahan dokter anak khusus dan perawat. Perangkat NICU ataupun PICU memang tidak murah, untuk satu NICU dibutuhkan investasi 5 sampai 7 miliar per unit.

Ibu Erniwati juga meminta agar tidak ada pembedaan untuk penggunaan alat-alat medis baik di ruang kelas III maupun kelas VIP. “Sebab, ada beberapa laporan bahwa bahwa NICU untuk kelas tiga sering kurang.” Dalam keadaan darurat, rumah sakit memang tidak diperbolehkan menolak pasien. Namun bagaimana jika rumah sakit yang dikunjungi tersebut tidak mempunyai fasilitas NICU, atau NICU yang mereka miliki sedang terpakai pasien bayi lainnya.

“Jika anggaran pendidikan di negeri ini saja sudah 20%, apakah juga bisa diperjuangkan untuk peningkatan APBN khusus untuk bidang kesehatan 6% – 7%. Hal ini agar pelayanan kesehatan nasional terutama untuk masyarakat menengah kebawah  berjalan lebih baik lagi. Tolak ukur dari kemajuan sebuah bangsa adalah semakin  meningkatnya pendidikan dan juga kesehatan rakyatnya,” tutup Ibu Erniwati S.Sos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>