Home » Nasional » Erniwati : Membantu Lansia, Hidup Kita Diberkahi Yang Maha Esa
Erniwati : Membantu Lansia, Hidup Kita Diberkahi Yang Maha Esa

Erniwati : Membantu Lansia, Hidup Kita Diberkahi Yang Maha Esa

erniwati pks jaksel

Ibu Erniwati, S.Sos – Ketua Bidang Kesra ( Sosial ) DPD PKS Jaksel

PKS sering dipresepsikan sebagai entitas sosial kemanusiaan ketimbang sebagai partai politik, karena aktivitas sosial kemanusiaannya masif berjalan kapanpun dimanapun tanpa mengenal sara dan juga bisa lintas simpatisan partai. PKS sebagai partai dakwah memang diajarkan untuk selalu berbuat kebaikan terhadap sesama karena itu merupakan salah satu ajaran Allah SWT dan juga dicontohkan oleh Nabi- Nya Muhammad SAW.  Sehingga tujuan utamanya bukan suara tapi pahala. PKS telah menyatu bersama denyut nadi masyarakat, ikut merasakan kesulitan – kesulitan dan berusaha untuk ikut meringankan beban sesama.

“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa  menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan mudahkan di dunia dan akhirat” Hadist dari Abu Huraira Ra ini menjadi salah satu motivasi para kader PKS dalam membantu sesama.

Kegiatan yang sudah dikerjakan, berjalan rutin dan juga sudah diadopsi menjadi program RW maupun kelurahan adalah Posyandu Lanjut Usia   (Lansia).

Ibu Erniwati, S.Sos ketua Bidang Kesra  (Sosial) DPD PKS Jaksel, menjelaskan kenapa program untuk para lansia ini penting. “Lansia adalah orang yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari semua pihak, di samping dari keluarganya, perhatian yang dibutuhkannya dari segala hal, termasuk kesehatan dan kondisi ekonomi nya,” ujar Bu Erniwati.

Pepatah mengatakan “Kasih Orang Tua Sepanjang Jalan, Kasih Anak Sepanjang Galah” sangat tepat menggambarkan kondisi para lansia di jaman yang dikenal jaman now ini. Perhatian anak pada orang tua di usia senja semakin berkurang, apalagi pemerintah. Nasib kalangan lansia di Jakarta dari hari ke hari kian memprihatinkan, seiring dengan semakin rendahnya kepedulian masyarakat dan pemerintah. Lantaran kealpaan pemerintah dan masyarakat terhadap lansia, kini menghadirkan fenomena baru di tengah-tengah masyarakat, yakni banyak di antara mereka yang hidup tak terurus, baik dari sisi sosial maupun kesehatan.

Sesuai bunyi Undang – Undang, para lansia berhak mendapat kesejahteraan hidup, baik dari kebutuhan kesehatan dan sosial maupun kesempatan berkarya (bekerja) dan menikmati fasilitas umum. Untuk itu, tugas pemerintah tidak hanya sebatas menyediakan tempat penampungan saja, seperti panti jompo, tetapi juga wajib memberi pelayanan kesehatan maupun kebutuhan hidup lainnya yang lebih memadai untuk para lansia.

Memang pengelolaan lansia di Indonesia ini masih jauh ketinggalan dibanding dengan di luar negeri. Di Amerika, mereka punya The National Family Caregiver Support Program. Sebuah kebijakan nasional bantuan langsung bagi anggota keluarga yang menjalankan perawatan kepada lansia di rumahnya. Sementara di Inggris ada retirement community. Di Eropa ada program asuransi lansia yang dikelola dengan profesional dan baik. Dengan program asuransi yang berjalan baik,  lansia tidak hanya terpenuhi kebutuhan kesehatan dan sosial, juga bisa leluasa menikmati masa hidup dengan bahagia. Dengan asuransi, para lansia juga diharapkan bisa menghabiskan sisa usia mereka dengan memacu kualitas ibadah, dan selalu mendekat kepada-Nya. Sudah semestinya, tugas di usia senja ialah mengukur kualitas kesalehan diri serta meningkatkannya sebagai bekal menuju kematian. Namun tidak sedikit perkara-perkara kesalehan justru ditinggalkan pada usia senja demi tuntutan dan kebutuhan hidup.

Mayoritas lansia mengaku kehidupan sosialnya saat ini tidak sejalan dengan kebutuhan mereka. Mereka lebih nyaman apabila ada seseorang yang mengajaknya berbicara membahas apapun. Akibatnya, banyak lansia mengalami gangguan kesehatan dan mental. Dalam menanggapi hal ini, kader – kader PKS khususnya di tingkat ranting kelurahan – kelurahan wilayah Jaksel membuat wadah “Sahabat Lansia Sejahtera” yang melakukan kerja sama dengan PKK dalam aktivitas Posyandu Lansia.

Ibu Erniwati mengatakan bahwa jumlah lansia terus meningkat seiring naiknya harapan hidup. Sementara kebijakan lansia masih minimalis. Lansia cenderung terabaikan dan tidak mendapat jaminan hari tua. Selama ini, kebijakan pro lansia masih banyak disandarkan pada program Jamkesmas, KJS maupun BPJS.

Kegiatan “Sahabat Lansia Sejahtera” meliputi pembagian menu sehat lansia,  penyuluhan dan pengecekan gula darah, asam urat serta kolesterol, dan pengajian lansia. Kegiatan yang diagendakan setiap bulan tersebut, bertujuan mengajak dan menyadarkan para lansia agar mau datang ke posyandu lansia untuk memeriksakan kesehatannya. Mereka juga bisa bertemu dan berkomunikasi dengan para lansia yang lain, dan ini bisa menyulut rasa gembira pada para lansia yang hadir.

Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 50% warga yang berusia di atas 75 tahun hidup sendirian. Sementara itu menurut penelitian, rasa sepi dan perasaan merasa terpinggirkan di kalangan lansia bisa menyebabkan kematian lebih awal.

Ketua DPD PKS Jaksel, Al Mansur juga menambahkan bahwa, “Sebaik – baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat lingkungannya. Masyarakat, khususnya pemuda jaman now harus bisa memahami orang tua – orang tua kita yang sudah lansia. Para lansia itu telah merawat dan mencintai kita sejak bayi mungil hingga seperti saat sekarang ini. Orang tua terlihat semakin lelah dan rapuh, giliran kita yang muda untuk merawat dan mencintai mereka.  Di hari Kesetiakawanan Nasional ini Salam Cinta untuk para lansia dimanapun anda berada.”

Kita tentu juga akan mengalami masa tua, seperti para lansia. Kalau kita tidak mau terlantar di saat usia senja nanti, mari kita jangan terlantarkan para lansia di saat usia kita masih muda. Apapun kebaikan yang kita tanam hari ini, insyaAllah kita akan memetiknya dan memanennya di kemudian hari. Apapun yang terjadi tetaplah melayani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*