Bang Yamin Menjelaskan Metode Konversi Suara ‘Sainte Lague’ di Hadapan Kader Jaksel

Spread the love

UU Pemilu sudah diketok palu, konversi suara menggunakan metode Sainte Lague. Pada pemilu sebelum – sebelumnya, digunakan metode Kuota Hare atau yang lebih dikenal dengan istilah Bilangan Pembagi Pemilih (BPP). Pada pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD 2019 tidak lagi menggunakan bilangan pembagi pemilih (BPP) dalam hal konversi suaranya. Tahun 2019 adalah saat pertama pemilu menggunakan sainte lague, konstanta awalnya dimulai dengan angka satu kemudian diikuti secara berurut oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

Sekretaris DPD PKS Jaksel, Bang Muhammad Yamin menjelaskan bahwa, “Penting diketahui oleh seluruh kader, timses dan juga caleg tentang metode penghitungan suara. Hal ini merupakan variabel utama dari sistem pemilu yang bertugas untuk mengkonversi suara perolehan partai dalam pemilu menjadi kursi di parlemen.”

Bang Yamin juga menyebutkan bahwa perubahan metode penghitungan suara ini akan berpengaruh pada tiga hal, yaitu: derajat proporsionalitas suara, jumlah perolehan kursi partai politik, dan juga sistem kepartaian. Sekilas metode konversi suara yang baru ini sepertinya cenderung menguntungkan partai – partai besar. Namun metode sainte lague ini diharapkan mampu mengurangi terjadinya sengketa perebutan suara sisa seperti dalam metode BPP.

Partai politik peserta pemilu yang memenuhi ambang batas perolehan suara sekurang-kurangnya 4% dari total suara sah secara nasional, baru kemudian bisa menerapkan metode konversi suara sainte lague. Ketika metode baru ini disimulasikan ke perolhan pemilu pada 2014 yang lalu, memang terlihat partai – partai besar mendapatkan kursi yang lebih banyak dibanding partai – partai menengah dan kecil yang justru berkurang dan bahkan ada yang akhirnya tidak dapat sama sekali. Oleh karenanya memang dalam perdebatan di parlemen saat membahas metode konversi suara, partai – partai besar terlihat ngotot minta sistem Sainte Lague Murni. “Metode ini sudah diputuskan dalam UU Pemilu, mau – tidak mau kita sebagai kader juga harus paham, aware dan juga siap,”┬átegas Bang Yamin.

Bang Yamin secara detail juga menjelaskan hasil simulasi untuk pemilu di wilayah Jakarta Selatan yang terdiri dari dua daerah pemilihan, yakni dapil 7 dan juga 8. “Kursi-kursi yang tersedia pertama-tama akan diberikan kepada partai politik yang mempunyai jumlah suara rata-rata tertinggi, kemudian rata-rata tersebut akan terus menurun berdasarkan nilai bilangan pembagi. Prosedur ini akan terus berlaku sampai semua kursi terbagi habis,” ungkap Bang Yamin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *