Asmara Dewi : Mari Bijak Menghadapi Godaan SALE Akhir Tahun

Spread the love

images-50-resized-1024Sebagian orang, khususnya kaum perempuan memang sulit untuk menahan godaan diskon sale akhir tahun. Jelang akhir tahun,  pusat belanja menggelar pesta diskon yang cukup besar, dari 70 hingga 90 persen. Mulai dari produk fashion hingga barang elektronik semua melakukan “cuci gudang”. Diskon bisa membuat kita seakan tidak dapat membedakan lagi, mana keinginan, mana kebutuhan.

Menurut Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK), Ibu Asmara Dewi, “Psikologis akhir tahun memang membuat banyak orang ingin melakukan banyak perubahan, sehingga mendorong aktivitas belanja dengan membeli barang-barang baru.”

Meski kesannya bisa berhemat karena mendapat banyak barang dengan harga murah, tetapi kalau kita tidak membutuhkan barang tersebut, ini sama saja dengan pemborosan. Faktanya, sebesar apapun diskonnya, tetap terhitung boros jika membeli barang yang tidak dibutuhkan.

Agar tak terlena oleh year-end sale, sebaiknya para kaum hawa perlu menyiasatinya. Cermat sebelum berbelanja supaya kita benar-benar membeli barang sesuai kebutuhan, sehingga duit dan bonus tidak habis, justru masih bisa untuk menabung.

Kalau mau ekstrem, demi menjaga stabilitas keuangan lebih baik hindari dulu yang namanya mall/pusat perbelanjaan, bisa diganti dengan silaturahim ke rumah teman ataupun saudara, camping ke gunung, pantai atau tempat lainnya. “Kalo nekat, resikonya bakal tergoda sale – sale yang bertebaran di setiap sudut mall,” ujar Ibu Asmara Dewi, Ketua BPKK PKS Jaksel.

Kalaupun tidak bisa ditahan, Ibu Dewi juga mengingatkan untuk membuat daftar barang apa saja yang butuh atau ingin dibeli sesuai kemampuan keuangan. “Jangan sampai berbelanja ‘membabi buta’ hingga melewati batas kemampuan finansial. Harus ditulis daftar yang akan dibeli. Jangan sampai, karena manisnya penawaran, semua dibeli. Jangan sampai dana darurat terpakai atau kartu kredit digunakan kelewat batas,” pungkas Ibu Dewi yang asli Cilandak ini.

Ibu Asmara Dewi menghimbau kepada masyarakat, khususnya ibu – ibu yang akan melewati pergantian tahun tidak berperilaku berlebihan atau boros. Harga bahan kebutuhan pokok jelang tahun baru sedang mengalami tren naik. “Dengan kondisi seperti ini, kami berharap masyarakat tidak berlebih-lebihan dan bisa menyesuaikan dengan keadaan,” himbau Ibu Asmara Dewi.

Kadang untuk urusan akhir tahun dan anggaran, menjadi sedikit rumit, apalagi, jika di pasar harga-harga kebutuhan beranjak naik. Seorang ibu rumah tangga harus lebih pandai dan berhati-hati dalam berbelanja. Bukan berarti pelit, tetapi sangat dianjurkan untuk tidak bersikap boros. Berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan menghindari membeli barang yang tidak sangat penting.

BPKK Jaksel terus mengkampanyekan pola konsumsi yang tidak boros kepada kader dan simpatisan. Seharusnya kita umat muslim bisa berhemat, mampu mengendalikan hawa nafsu dengan tidak membeli makanan ataupun barang secara berlebihan, yang bisa mengakibatkan pemborosan.

Mengenai bonus akhir tahun juga, seharusnya Ibu – ibu sudah dapat menganggarkan seberapa besar bonus akhir tahun yang akan dibelanjakan. Sehingga bonus tidak akan ludes.

Ada 6 tips dari Ibu Asmara Dewi, Ketua BPKK PKS Jaksel untuk menghindari pemborosan di akhir tahun. Tips tersebut adalah membuat anggaran, kendalikan hawa nafsu berbelanja makanan ataupun barang, belanjalah seperti biasa seperti bukan akhir tahun, kurangi jajan berlebihan, hindari hutang dan komitmen pada anggaran yang dibuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *