Home » Taujih » Allah Akan Memberikan Bayaran Surga Untuk Orang Beriman, Janganlah Kita Mendowngradenya

Allah Akan Memberikan Bayaran Surga Untuk Orang Beriman, Janganlah Kita Mendowngradenya

batik_2

Ustadz Al Mansur – Ketua DPD PKS Jaksel

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka….” (QS. At-Taubah: 111)

Pada hakikatnya Allah tidak pernah membeli sesuatu. Karena Dia pemilik segala sesuatu. Bagaimana bisa, Dia membeli jiwa kita yang jiwa itu sendiri ciptaan-Nya. Bagaimana bisa, Dia membeli harta kita, yang harta itu Dia yang merizkikan?  Sesungguhnya tawaran ini hanya untuk memuliakan manusia dengan “seolah-olah” menempatkan diri pada posisi yang sederajat. Subhanallah.

Tidakkah kita bangga jika barang dagangan kita dibeli oleh seorang terkenal? Diliput media dan semua orang menyaksikan bagaimana seseorang terkenal itu melahap hidangan jualan kita? Bukan hanya bangga namun, sebentar lagi akan menjadi rumah makan yang dicari-cari. Rezeki berlimpah. Lalu, bagaimana jika Allah yang jadi pembelinya?

Pada umunya pembeli akan menawar barang jualan dengan harga yang paling rendah, agar bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat dan sebaliknya penjual akan menawarkan harga yang paling tinggi. Di sini, Allah langsung memberikan harga dan tidak tanggung-tanggung, penawaran harganya langsung yang paling mahal, Surga. Keuntungan apa lagi yang yang lebih untung melebihi surga dan terbebas dari neraka. Tidak ada bukan?

Allah yang memberikan bayaran surga yang dimilikiNya!! Siapakah yang beruntung, manusia atau Allah?  Allah telah mempersiapkan surga dengan kuasa-Nya dan menyediakan kepada hamba-hamba-Nya yang shaleh.

Semua manusia mencari kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Ternyata jalan kebahagiaan dan keselamatan tersebut terdapat dalam suatu perniagaan dengan Allah.  Allah bertindak sebagai pembeli sedangkan kita bertindak sebagai penjual.

Namun tidak sedikit manusia yang mendowngrade nilai mereka ke posisi yang lebih rendah. Sementara Allah bisa menghargai dengan nilai yang sangat tinggi.

Seseorang beriman memang tidak sedikit yang mampu bertahan dalam keimanannya apabila ditawarkan kepadanya sejumlah materi yang akan membuat dia bisa hidup bergelimang harta. Mereka yang kesulitan mendapatkan lapangan kerja dalam jangka waktu yang begitu lama akan mempertimbangkan tawaran materi, walaupun dengan taruhan berpindah keimanan.

Dalam kebingungan yang panjang seseorang akan menutup mata dan hati dari lingkungan sosial sekitarnya. Demi lapangan kerja, sebuah keyakinan tentang sesuatu yang “benar” rela dipertaruhkan. Demi tuntutan skenario dan ketenaran, seseorang rela melakukan aktivitas yang bertentangan dengan moral agamanya.

Keimanannya ditukar dengan sebuah materi yang dianggap akan bisa menjamin kebutuhan perut, lalu merelakan diri menerima sebuah keyakinan baru dan meninggalkan keyakinan yang sebelumnya begitu dia yakini.

Mereka adalah orang-orang yang tidak tahan terhadap ujian yang diberikan oleh Allah kepadanya. Padahal Allah menjanjikan sebuah balasan di akhirat yang jauh melebihi dari apa yang telah diterima sekedar untuk mengenyangkan perut. Tapi bagaimanapun pilihan telah dijatuhkan. Mereka lebih memilih untuk berpaling dari Allah demi sesuap materi.

Mereka tidak perduli lagi dengan arti sebuah keyakinan dalam beragama. Mereka tidak tahan menderita dalam keimanan. Sangat berbeda dengan mereka yang mengikhlaskan dirinya dalam Islam. Mereka tetap akan bertahan untuk tetap mempertahankan Iman, walaupun harus hidup dalam kesulitan dan kekurangan materi.

”Sesungguhnya orang-orang yang menukar iman dengan kekafiran, sekali-kali mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun; dan bagi mereka azab yang pedih”  [Q.S Al Imran : 177]

Dan Allah tidak akan merasa dirugikan sedikitpun dengan ulah orang-orang seperti itu. Dan tidak pula akan mengurangi kekayaan dan kekuasaan-Nya atas langit dan bumi serta segala sesuatu yang ada diantara keduanya. Dan hendaknya semua orang tahu bahwa siksa Allah sangatlah pedih buat mereka yang menukar Iman dengan kekafiran.

*) Disampaikan di hadapan sebagian Kader Jaksel, 24 Nov 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>