Home » Jakarta » Al Mansur : Pahlawan Bukanlah Yang Datang Belakangan !

Al Mansur : Pahlawan Bukanlah Yang Datang Belakangan !

Al Mansur Hidayatullah, Lc – Ketua DPD PKS Jaksel

Ketika rakyat sudah dengan susah payah bekerja keras menyelesaikan berbagai permasalahan, saat akhirnya pekerjaan dan pembangunan itu baru saja selesai, lantas dia dengan adigang adigungnya dan tanpa rasa bersalah menyatakan bahwa itu semua merupakan hasil kerja karyanya. Itu jelas bukan pahlawan, itu sama sekali tidak memiliki rasa malu, yang ada justru malu-maluin.

Orang yang baru mau bekerja dan berjuang setelah badai berlalu. Orang yang ketika masa sulit tidak kelihatan melakukan apa-apa, tetapi setelah masa sulit berlalu, dia menyatakan diri sebagai orang yang paling berjasa. Jelas kan? Jika ada seseorang berpangku tangan saat orang-orang lain bekerja, kemudian setelah selesai orang tersebut mengaku-ngaku itu hasil karyanya, berarti ia bukan termasuk seorang pahlawan.

Orang yang hanya mau berjuang setelah pertempuran selesai atau masa sulit berakhir, orang yang ketika masa perjuangan tidak berbuat apa-apa, tetapi setelah usai mengklaim diri sebagai pahlawan, maka itu layak disebut pahlawan kesiangan, kesorean atau kemalaman.

Bukan hanya orang, namun bisa pula ditujukan kepada kelompok yang bangunnya kesiangan dan tidak tahu bahwa rakyat sudah jungkir balik berjuang tetapi mereka masih terus melakuakan pencitraan mengaku – aku sebagai pahlawan rakyat kecil.

Pahlawan itu sangat lekat dengan keberanian dan pengorbanan dalam membela kebenaran, dalam membantu rakyat. Pada 1945 rakyat Surabaya dengan gagah berani menolak ultimatum penjajah. Mereka bersatu melawan penjajah, mereka mengorbankan apa yang mereka punya, mereka telah melakukan apa yang mereka bisa untuk melawan penjajah. Banyak warga Surabaya menjadi korban. Dan lagi, perlawanan itu bukanlah atas instruksi dari pemerintah, tetapi atas maklumat kyai dan ulama yang menyerukan rakyat untuk melawan tentara penjajah.

Saat ini yang kita rasakan banyak pejabat mau berkorban untuk kepentingan mereka dan kelompoknya, masih banyak dijumpai pejabat seolah merakyat tetapi sejatinya bersikap oportunis. Ia memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Hanya mau untung, tetapi tidak mau merugi untuk kepentingan khalayak. Bagaimana orang mau berkorban bila pemimpin yang di atas tidak memberikan teladan. Memang masih masih terbatas dan langka mencari seorang pahlawan di kalangan pejabat, yang banyak hanyalah pahlawan kesiangan.

Jadi jelas ya,  Pahlawan tidak datang belakangan !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>