Home » Taujih » Al Mansur :  Mari Kita Mensyukuri Nikmat – Nikmat Allah di 2017, Semoga 2018 Lebih Berkah
Al Mansur :  Mari Kita Mensyukuri Nikmat – Nikmat Allah di 2017, Semoga 2018 Lebih Berkah

Al Mansur :  Mari Kita Mensyukuri Nikmat – Nikmat Allah di 2017, Semoga 2018 Lebih Berkah

img_20171229_093007-resized-240

Al Mansur Hidayatullah – Ketua DPD PKS Jaksel

Ukhuwah Islamiah adalah nikmat Allah, anugerah suci, dan pancaran cahaya rabbani yang Allah persembahkan untuk hamba-hamba-Nya.

“…Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka… (QS: Al-Anfal: 63)”

Ketua DPD PKS Jaksel, Al Mansur Hidayatullah mengatakan bahwa di tahun 2017 kemarin umat Islam telah diberi karunia yang besar dari Allah SWT. Pertama adalah bersatunya umat Islam, kedua bersatunya para ulama, dan yang ketiga patuhnya umat Islam kepada ulama.

Oleh karena itu, karunia Allah di 2017 tersebut harus dipertahankan. “Kalau karunia ini dijaga dan kita syukuri, maka kemenangan demi kemenangan bagi umat insyaallah akan terus datang,” jelas ustadz yang akrab disapa Al Mansur ini.

Melalui momen – momen yang lalu, seolah-olah Allah SWT sedang menegur umat, karena sayangnya kepada kita. “Selama ini semua ibadah sudah dilakukan kecuali satu hal besar yang ditinggalkan, yaitu kurang bersatunya tentang masalah kepemimpinan,” jelas Al Mansur.

KH. M. Hasyim Asy’ari dalam Kitabnya al-Mawa’idz menyebutkan bahwa sesungguhnya perpecahan, pertikaian dan permusuhan adalah kejahatan yang mewabah dan dosa besar yang bisa merobohkan tatanan kemasyarakatan dan bisa menutup pintu kebaikan.

Di tahun 2017 kemarin umat Islam bisa bersatu di atas segala perbedaan. Mereka tidak lagi melihat diri sebagai NU, Muhammadiyah, Persis, Tarbiyah, Salafi dan lain sebagainya. Dengan segala kebesaran hatinya, umat Islam mau melepaskan egoisme gerakan dengan menanggalkan perbedaan.

Lanjut Al Mansur, di tahun 2017 ghirah (semangat) umat Islam tumbuh sangat besar dalam menjalin ukhuwah. Semangat inilah yang menumbuhkan semangat yang lebih besar ke arah yang mendukung ukhuwah umat Islam. Seperti munculnya gerakan shubuh berjamaah, pertumbuhan ekonomi dan yang lainnya.

Salah satu nikmat besar yang kadang kita lupa untuk mensyukurinya adalah nikmat ukhuwah. Berkumpul dan bersatunya banyak orang dari latar belakang organisasi yang berbeda adalah suatu nikmat dan anugrah yang patut disyukuri. Tidak ada sesuatu yang kebetulan dengan ukhuwah dan silaturrahim yang terjalin.

Janganlah kita menjadi hamba yang menyembunyikan dan melupakan nikmat yang jelas-jelas diperoleh dari Allah SWT. Menyombongkan diri, enggan mengakui bahwa apa yang dia miliki semata-mata karena pemberian-Nya.

Semua bentuk syukur baik dengan hati, lisan maupun perbuatan pada dasarnya harus ditujukan kepada Allah, karena Allah-lah yang memberikan kehidupan ini.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)

Bersyukur dengan hati adalah dengan senantiasa menjaga hati dari berbagai penyakit yang dapat merusak dan mengotori hati seperti sifat iri, sombong dengki yang terlarang, riya dan munafik. Hati yang senantiasa bersyukur akan senantiasa berprasangka baik kepada Allah dengan menerima apa yang menjadi ketentuan dan takdir Allah

Orang yang selalu bersyukur akan senantiasa memuji kepada Allah, dengan mengucapkan bacaan tahmid ketika mendapatkan nikmat, beristighfar apabila melakukan kesalahan. Lidah orang-orang yang bersyukur akan selalu dibasahi dengan dzikrullah, takbir, tahmid, tahlil yang selalu mengiringi dalam setiap hembusan nafas seseorang.

Bersyukur dengan amal perbuatan merupakan puncak dari kesyukuran atas nikmat yang Alllah Subhanaahu Ta’ala yang limpahkan kepada hamba-Nya. Yaitu dengan melakukan seluruh ketaatan berupa pengamalan setiap yang diperintahkan dan meninggalkan segala yang dilarang. Semoga nikmat yang Allah berikan ini bisa terus dijaga demi terwujudnya persatuan umat Islam, yakni ijtimaul kalimah wal itihadul umah.

*) Disampaikan di hadapan sebagian kader pada Jum’at, 29 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*