Home » Jakarta » Al Mansur : Jakarta Selatan Cocok Untuk Sentra dan Wisata Batik Betawi

Al Mansur : Jakarta Selatan Cocok Untuk Sentra dan Wisata Batik Betawi

batik_2Batik Indonesia sudah mendunia, dan telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Ketua DPD PKS Jaksel, Al Mansur Hidayatullah mengaku bangga sebagai warga Indonesia yang memiliki corak batik bermacam – macam.

Setiap daerah di Indonesia kini berlomba mempromosikan motif batik khas daerahnya. Termasuk juga Jakarta Selatan, kini sudah meluncurkan batik khas Jakarta Selatan dengan motif Rambutan Rapiah dan Burung Gelatik. “Sangat membanggakan, karena batik Jakarta Selatan ini merupakan salah satu produk Usaha Kecil Menengah (UKM) Jakarta Selatan.

Selain mempunyai batik khas, Jakarta Selatan juga mempunyai dua tempat wisata batik yang terkenal. Pertama adalah wisata batik di Palbatu Menteng dalam Tebet, kedua adalah Sentra batik Teragong di Cilandak Barat kecamatan Cilandak. “Jakarta Selatan Cocok Untuk Sentra dan Wisata Batik,” ungkap Al Mansur.

Kawasan wisata edukasi Kampoeng Batik Palbatu, terletak di jalan Palbatu IV No. 17, Tebet Jakarta Selatan. Melalui Kampoeng Batik Palbatu, generasi muda diajak untuk menyintai batik dengan melestarikan dan mengembangkannya. Disana wisatawan diajak merasakan bagaimana rasanya membatik. Kampoeng Batik Palbatu juga mengadakan kegiatan rutin Ngebatik Sekampung pada Hari Batik Nasional 2 Oktober.

Selain Palbatu, ada juga wisata Batik Betawi, yaitu Batik Terogong. Batik Betawi Terogong berdiri pada tanggal 5 September 2012. Batik Terogong diambil dari nama suatu kampung di wilayah Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Batik Betawi Terogong didirikan oleh sekelompok keluarga Betawi yang peduli terhadap keberlangsungan kebudayaan Betawi.

“Kampung Batik Betawi Terogong” berada di Jalan Terogong III, kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. “Tinggal di Betawi, kudu pake Batik Betawi,” itulah slogan kampung Batik Betawi Terogong. Miss Universe 2015 Helena Christensen pernah mampir ke “Kampung Batik Betawi Terogong”. Kampung Batik Betawi Terogong mulai dilirik pembeli dan wisatawan mancanegara.

Motif batik Terogong, diantaranya motif ondel- ondel, tugu monas, penari yapong, motif gigi buaya. Motif ondel – ondel dan Tugu monas lah yang paling diminati. Ada juga motif Burung Hong yang dipercayai masyarakat Betawi sebagai burung keberuntungan dan kebahagiaan. Motif batik Betawi lain seperti, motif Tebar Mengkudu. Tebar Mengkudu, artinya, Tekun dan Sabar Emang Kudu. Ada juga motif yang terinspirasi kenangan masa kecil, motif perdu kuku (pacar kuku). Proses membuat Batik Betawi Terogong dikerjakan manual dengan tangan. Banyak pemesan yang harus mengantri untuk memiliki motif batik Betawi tertentu yang kebetulan habis. Harga batik Betawi Terogong mulai dari Rp 100 ribu sampai di atas Rp 1 juta per lembar. Batik tulis kan memerlukan waktu lama, 1-3 bulan untuk selembar kain.

Dibanding batik yang diproduksi di Yogyakarta, Solo, Semarang, bahkan Madura, Batik Betawi memang masih kalah populer. Di Jakarta, batik masih belum menjadi industri besar yang menyerap ratusan pembantik dan pekerja lain. Kini, industri batik harus berkompetisi dengan batik impor cetak dari Tiongkok yang lebih murah. Harga batik impor yang murah membuat omset penjualan Batik Betawi menurun drastis. Banyak pengrajin batik yang berhenti membatik dan berpindah ke profesi lain yang lebih menjanjikan.

Batik Betawi pernah menjadi industri besar pada 1960-an, sebelum redup karena serbuan batik cetakan mesin yang lbh murah. Tahun 1960-an, kegiatan membatik masih banyak di Terogong. Menghilang perlahan2 tahun 1970-an. Di era VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), batik Betawi sempat menjadi industri besar. Salah seorang pengusaha VOC yang mendirikan usaha batik Betawi adalah Eliza Van Zuylen. Pengusaha VOC tersebut menjual batik untuk pasar kelas menengah atas, kalangan pegawai pemerintah kolonial Belanda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>