Ada Pengurangan Suara PKS, Saksi PPK Kebayoran Lama Minta Bongkar Kotak Suara

Spread the love

Perubahan jumlah suara dari hasil penghitungan di TPS dengan di PPK (kecamatan) bisa saja terjadi. Biasanya karena ada suara caleg atau parpol yang hilang akibat salah tulis atau juga sengaja dihilangkan. Padahal sudah jelas aturannya bahwa upaya menghilangkan atau menambah suara di luar hasil penghitungan adalah termasuk unsur pidana. Oleh sebab itu, agar hasil penghitungan suara tetap sesuai data awal di tingkat TPS, maka saksi PKS kelurahan se-kecamatan Kebayoran Lama membekali dirinya dengan lampiran formulir C1, hasil penghitungan suara di masing – masing TPS.

Untuk mendapatkan dokumen C1 memang tidak mudah, selain harus mengikuti prosesi penghitungan sampai selesai, saksi juga terdaftar sebelumnya sebagai saksi resmi dari sebuah partai politik pengutusnya. Kadang untuk mendapatkannya, kita harus menunggu sampai hampir 24 jam. Sehingga dokumen C1 itu, merupakan hasil jerih payah kader dan simpatisan yang menjadi saksi, mereka rela mengorbankan waktu, dana, tenaga dan juga perasaannya.

Pada perhitungan rekapitulasi di PPK Kebayoran Lama, saksi PKS menemukan indikasi yang aneh, dimana suara PKS di plano berbeda dengan di C1. Suara caleg PKS berkurang 5 suara dan suara partai berkurang 15 suara. Saksi PPK dari PKS pun kemudian meminta untuk membuka kotak suara TPS 88 dan melakukan penghitungan ulang. Hasilnya, Alhamdulillah … suara seorang caleg PKS yang sempat berkurang 5 suara, akhirnya bisa dikembalikan ke nilai yang sebenarnya, demikian juga suara PKS kembali ke nilai yang seharusnya. Jumlah yang tidak sedikit, suara rakyat untuk caleg dan partai bisa diselamatkan. Dengan modal dokumen C1 asli, saksi PKS di beberapa PPK meminta hitung ulang jika menemui keganjilan, dan ini mencegah pengurangan suara caleg maupun suara partai.

Pengawasan rekapitulasi suara itu penting agar wakil rakyat yang terpilih benar-benar merupakan representasi rakyat, dan bukan berasal dari hasil jual-beli suara oknum calo atau transaksi politik yang biasanya terjadi dalam proses rekapitulasi tersebut.  Kerawanan terjadi biasanya setelah pemungutan suara, lalu penghitungan suara dan saat direkapitulasi di PPK Kecamatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *