Default Web Anda | Update:
PKS-Jaksel.or.id
Cari  
Beranda
Sabtu, 13 Maret 2010 @ 19:44
  
   
   
 
Belum terdaftar? Daftar akun baru
Sekretariat
Jl. Cilandak KKO Raya No. 17 Kelurahan Cilandak Timur
Kecamatan Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12560
Telp: +6221-780-1-870
E: redaksi[at]pks-jaksel.or.id
User Terakhir Online
albatani
19:01:42 - 10.03.2010
ningsih
11:16:50 - 09.03.2010
isbullah
4:05:14 - 08.03.2010
herman
21:43:10 - 28.02.2010
ummusyahidah
23:46:23 - 23.02.2010
Artikel | Opini
Selasa, 19 April 2005 - 08:58 (1174 Dibaca)
Bahaya Islam Liberal
 www.pks-jaksel.or.id
Kirim artikel ini ke teman Cetak halaman ini

Oleh : Rifqi

PKS-Jaksel: Saya menulis artikel ini semata mata hanya ingin memberikan sedikit informasi yang kiranya berguna bagi Ikhwan dan akhwat sekalian, dan juga bukan bermaksud menjelek-jelekan tokoh atau lembaga yang akan saya tulis.
Mengapa dalam naskah ini saya menulis judul Bahaya Islam Liberal, karena saya merasa prihatin terhadap kampus-kampus yang berlabelkan Islam namun prilaku staf dosen-dosen dan mahasiswanya tidak ada yang Islami.

Ini bisa dilihat dari buku "Ada pemurtadan di IAIN", penulis Hartono Ahmad Jaiz, yang menyatakan bahwa kampus IAIN/UIN sekarang bukan lagi kampus Islam melainkan kampus tempat pemurtadan. Dia menyatakan seperti itu karena banyakya ajaran-ajaran Islam yang diselewengkan oleh orang Islam itu sendiri seperti contoh yang dikatakan oleh koordinator JIL (Jaringan Islam Liberal) Ulil Abshar Abdala yang menyatakan shalat itu tidak wajib yang wajib adalah Dzikir (bedah buku Ada pemurtadan di IAIN 16 April 2004) dari mana dia mempunyai pemikiran seperti itu. Di dalam rukun Islam shalat itu menempati urutan ke-2 setelah syahadat, berarti secara tidak langsung dia sudah mengajak kepada kesesatan.

Ada lagi Dosen UIN Jakarta yang menikahkan seorang muslimah dengan seorang Katolik apa boleh dalam Al-qur'an? Dan masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh JIL. Kasus yang terjadi di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung yang didepan Mahasiswa baru berteriak (maaf) Anjing Hu Akbar dan kata selamat datang di erea bebas tuhan, setelah di konfirmasi kepada Dekan Fakultas USHULUDDIN dia menjawab "orang-orang Forum Ulama Ummat Indonesia (lembaga yang melaporkan pelecehan agama kepada POLDA JABAR) dengan kata-kata yang meremehkan "S2 saja belum tentu lulus". Ulah yang dilakukan oleh "teman-teman" mahasiswa IAIN bandung yang mendapat pembelaan dari Dekan USHULUDIN yang justru menampakan diri sebagai orang-orang yang tidak pantas memegang amanat ilmiah dan Islam.

Banyak sekali kasus-kasus yang serupa yang didalangi oleh orang-orang yang berpikiran liberal. Maka dari itu saya mengharapkan kader-kader PKS bisa menjadi penegak keadilan dalam rangka menegakkan syariat Islam yang benar-benar Islam, bukan Islam hasil buatan Barat. Demikian artikel ini saya buat. Sekali lagi saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan seseorang atau pun lembaga-lembaga yang tertulis di artikel, artikel ini saya buat agar kita sebagai orang Islam harus mewaspadai aliran-aliran yang menuju kepada kesesatan yang berlabelkan Islam. Karena kita tahu Islam berlandaskan Al-Qur'an dan Al-Hadits bukan berlandasan filsafat. Allah bersama orang-orang yang benar, ALLAHU AKBAR!

Kirim ke rekan  Kirim artikel ini ke teman  | Cetak naskah ini  Cetak halaman ini
Bahaya Islam Liberal | Log-in atau daftar username baru | 1 Komentar
Komentar adalah pernyataan yang dibuat oleh seseorang dari postingnya.
Hal tersebut tidak harus mencerminkan opini dari situs ini.

Re: Bahaya Islam Liberal

(Skor: 1)
oleh arysetyo pada 30 Nop 2009 - 22:53
(Informasi pengguna  | Kirim pesan 
assalamualaikum wr.wb.
sebagai umat muslim yg masih terus belajar agama menuju kesempurnaan,saya berpendapat sama dg opini diatas. Dikatakan pada Hadits Rasullulah bahwasanya umat Islam dikemudian hari akan terpecah belah,yg satu menjaga kemurnian Islam sbg agama tauhid dan satunya lagiumat islam yg berperilaku layaknya misionaris & sekuler (istilah jawanya islam abal-abal). Umat islam yg moderat inilah yg merupakan perusak islam sesungguhnya, mereka hanya beriman kepada Allah SWT Tuhan semesta alam,tetapi perilaku meraka cenderung tidak mematuhi dg alasan modernisasi,pluralisme dan agar kelihatan diterima dimata banyak orang. Justru inilah virus sekuler yg dihadapi islam saat ini sebagai agama wahyu terakhir yg terjaga kemurniannya sebagaimana Allah menjanjikan kemurniannya hingga akhir zaman. Mereka cenderung berkiblat pada modernisasi(yg mana telah nyata hanya ciptaan orang-2 barat/kristen-yahudi). Para islam liberalis ini sepertinya takut pada arus zaman modernisasi ciptaan amerika(yahudi) dan sekutunya(kristen) yg telah menguasai dunia dengan pikiran-2 logis dan modernisasi. Mestinya sebagai umat islam yg baik tidak boleh begitu, umat islam tetap eksis walaupun melwan arus dunia masa kini yg diciptakan amerika dan misionaris mereka. Lihat saja(sebagai contoh di jogja) banyak umat muslim yg lebih suka kehidupan malam seperti dugem,maen di kos cewek hampir tengah malam, sampai perbuatan-2 yg tak layak tapi dipandang gaul oleh sebagian umat lain.Hal ini tentu menjatuhkan kewibawaan umat islam dimata dunia khususnya di indonesia ini. Umat beragama lain (khususnya kristen) terus menganggap kumat islam tidak konsisten,katanya saleh tetapi gaya hidupnya sama seperti umat kristen juga (minum, dugem,pacaran dll). Saya sendiri seorang mualaf yg alhamdulillah sudah 2 tahun sya jalani kehidupan islami saya, dibimbing guru agama islam dan teman-2 muslim lainnya. Terus terang saya merasakan perubahan yg berarti,perubahan yg positif dalam diri saya. Saya tidak lagi terbudak pada kesenangan duniawi,tetapi saya malah mendapat kebahagiaan disaat saya menjalani ibadah dengan khusuk. Teman-2 muslim sya sudah sangat seperti saudara sendiri yg selalu mensupport saya dalam menjalani hidup. Dengan teman-2 lainpun (kristen) saya tetap akur dan terjaga hubungannya. Malahan mereka mengatakan saya sekarang terlihat lebih tenang dan lebih fokus dalam menuntut ilmu (saya masih kuliah di stmik akakom jogja). Yang menjadi pikiran saya ialah kenapa banyak umat islam (yg memeluknya sejak lahir dari orang tua) malah sikapnya cenderung lebih hedonis dan hura-hura seperti pragmatis(masa bodoh) dengan masalah umat islam sendiri. Mereka kok tidak memperjuangkan umatnya tetapi malah menganut gaya hidup sekuler dan liberal? bukankah ini berarti menjatuhkan budaya timur dan kewibawaan umat islam sendiri? Sepertinya mereka belum siap atau tak mengetahui bahwa segala materi dan gaya hidup modern adalah kesenangan duniawi semu yg diciptakan para misionaris guna melemahkan syariat islam yg sudah membumi di indonesia. Syariat islam telah membebaskan indonesia dari penjajah,membuat suatu tatanan yg sesuai adat dan budya luhur ala timur dan menjaga identitas kita tetap nasionalis tanpa terpengaruh pihak-2 asing. tetapi mengapa sepertinya mereka tidak bangga dan malah ikut-2an meniru apa yg barat ajarkan, dalam hal ini budaya liberalisme. Ingatlah liberalisme bukan jalan menuju keselamatan dunia & akhirat (shiratal mustakim) melainkan hanya sebuah prodak bikinan barat guna merusak budaya luhur di asia khususnya islam, agar orang-2 barat inilah yg tetap mengatur dunia dan tetap eksklusif dimata dunia. Naudzubillah min dzalik, harapan saya kepada umat muslim di indonesia khususnya, jalanilah ajaran dan syariat islam sebagaimana kalian peluk dengan benar sesuai Al-Quran dan Hadist,tanamkan kebanggaan sebagai umat muslim dan janganlah terlalu menyerap paham-2 luar tanpa disaring dahulu apakah sesuai dg islam atau tidak. Demikian opini saya saat ini dan untuk dimasa yg akan datang agar islam tetap murni dan bisa terus eksis menghadapi tantanga jaman ke d
Baca komentar seluruhnya...


Yang Online: Ada 7 user yg belum daftar dan 0 user terdaftar
Situs resmi (Official Site) DPD PKS Jakarta Selatan. Online sejak Juni 2003. [hdn] + Postnuke. Seluruh artikel, gambar, dan sebagainya yang ada di dalam situs ini adalah milik DPD PKS Jakarta Selatan, dan boleh disebarluaskan untuk kepentingan da'wah dengan tetap mencantumkan URL situs ini dan pemiliknya.
Redaksi: redaksi at pks-jaksel.or.id - Webmaster: webmaster at pks-jaksel.or.id