|
PKS-Jaksel: Lahirnya Baitul Mal
Sejahtera (BMS) sedikit banyak memberi spirit dan harapan bagi beberapa
lembaga
keuangan mikro syariah khususnya yang bergerak di wilayah–wilayah
kecamatan.
Harapan itu muncul ketika beberapa lembaga keuangan mikro syariah yang
memang sedang membutuhkan investor yang dapat bersinergi dengannya,
khususnya dalam tambahan investasi modal. Oleh karenanya penjajakan
demi penjakan
terlihat terus dilakukan oleh beberapa lembaga keuangan mikro tersebut
dengan BMS.
Seperti halnya di kecamatan Pancoran, di wilayah Pancoran ada beberapa
lembaga
keuangan mikro syariah, salah satunya adalah Koperasi Syariah “Amanah”
Durentiga. <o:p />
Kantor koperasi syariah
“Amanah” saat ini beralamatkan di Jalan Minyak Mesran Durentiga. Koperasi syariah ini dikelola
secara professional oleh beberapa kader PKS DPRa Durentiga. Total asset yang
berputar saat ini sudah mencapai angka kurang
lebih 50 juta. Koperasi Syariah Amanah yang diketuai oleh Sdr. Sahlani, SE ini sudah memiliki
jumlah anggota yang mencapai 100 orang. Pelayanan yang telah
dilakukan antara lain jual beli barang–barang seperti kompor gas, gerobak,
peralatan sablon, peralatan bengkel, computer, handphone, motor, kulkas,
springbed, televisi dan lain lain. <o:p />
Untuk lebih mengenalkan lagi
lembaga–lembaga keuangan mikro syariah ini kepada kader dan simpatisan PKS
DPC Pancoran, constituent service DPC Pancoran mengadakan acara sosialisasi BSM
dan Koperasi Syariah. Acara yang dilangsungkan di Masjid SDIT Insan Mandiri
minggu kemarin (29/6) dihadiri langsung
ketua DPC dan DPD Jaksel. Dalam sambutannya, Ketua DPD Jakarta Selatan Ust. Drs. Khoirudin M.Si mengatakan, ”Saya adalah termasuk yang mendirikan BMS bersama ketua–ketua DPD yang lain.” BMS sangat cocok sebagai sarana ukhuwah kader dengan
masyarakat, BMS juga merupakan solusi real di tengah masyarakat yang sedang
mengalami krisis keterpurukan ekonomi. <o:p />
Dalam acara sosialisasi
ini, hadir sebagai pembicara dari BMS
adalah Sdr. Nurdin, sedangkan dari Koperasi
Syariah adalah Sdr. Rinto. Beberapa peserta ikhwan maupun akhwat yang hadir ada yang mengajukan
pertanyaan seputar BMS dan koperasi syariah lepada nara sumber. Salah satu yang
ditanyakan adalah tentang perbedaan koperasi syariah dan konvensional. <o:p />
Acara sosialisasi ini ditutup tepat
pukul 12.00 dan dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah. Selesai acara para peserta
yang kurang puas langsung menanyakan kepada para <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">nara</st1:city></st1:place> sumber. Beberapa orang ada menanyakan
nomor handphone, ada juga yang meminta kartu nama para <st1:place w:st="on"><st1:city w:st="on">nara</st1:city></st1:place> sumber serta meminta copy flashdisk
materi. Sebagian yang lain tertarik untuk mengisi formulir pendaftaran anggota
koperasi syariah amanah. <o:p />
InsyaAllah bahan sosialisasi
ini akan diperbanyak dalam format CD dan dibagikan ke setiap DPRa yang ada di
kecamatan Pancoran. Sekali lagi, Hidup BMS, Hidup Koperasi Syariah Amanah, dan Hidup Ekonomi Syariah. (andrian–cs) <o:p />
Kirim ke rekan

| Cetak naskah ini
|