Default Web Anda | Update:
PKS-Jaksel.or.id
Cari  
Beranda
Sabtu, 04 September 2010 @ 06:33
  
   
   
 
Belum terdaftar? Daftar akun baru
Sekretariat
Jl. Cilandak KKO Raya No. 17 Kelurahan Cilandak Timur
Kecamatan Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12560
Telp: +6221-780-1-870
E: redaksi[at]pks-jaksel.or.id
User Terakhir Online
ningsih
15:15:44 - 02.09.2010
wahyoedie
11:41:15 - 02.09.2010
andrian
14:13:07 - 30.08.2010
albatani
16:52:38 - 27.08.2010
ali
10:17:01 - 27.08.2010
Berita | Liputan Media
Selasa, 02 Februari 2010 - 11:23 (295 Dibaca)
Tarif listrik naik, rakyat makin susah
 www.pks-jaksel.or.id
Kirim artikel ini ke teman Cetak halaman ini


JAKARTA - Tarif listrik segera naik. Padahal, sebelum dilantik menjadi Dirut PT PLN, Dahlan Iskan pernah berjanji tidak akan menaikkan tarif listrik. Janji itu ternyata tidak menjadi kenyataan.

Soalnya, Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono di Jakarta, semalam mengatakan, tarif listrik akan naik. "Kenaikan tarif bagi pelanggan yang kurang mampu masih dalam batas yang bisa dijangkau," ujar Purwono.

Sayangnya Purwono tidak menjelaskan batas jangkauan itu.

Rencana kenaikan tarif listrik itu karuan saja ditolak berbagai kalangan. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir menilai kenaikan tarif listrik 15 % akan memberatkan masyarakat dan usaha kecil menengah. Apalagi pelayanan PLN saat ini dinilai belum maksimal dan sering mengecewakan masyarakat akibat seringnya listrik mati.

"Selama ini belum jelas perhitungan kenaikan tarif listrik tersebut, targetnya apa serta kontinyuitasnya. Padahal masyarakat sedang menunggu-nunggu penjelasan pemerintah," kata Husna Zahir kepada Harian Terbit, Senin (1/2) menyusul rencana pemerintah yang akan menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15 persen, kendati kenaikan itu belum dipastikan waktunya.

Menurutnya, jangan sampai penjelasan tersebut tidak memberikan alasan yang jelas. Selama ini penjelasan-penjelasan tersebut tidak bisa diterima masyarakat.

"Memang benar PLN harus membeli sumber energi dengan harga industri. Dengan demikian pemerintah akan mengatur penjualannya dengan cara memberi subsidi. Sedangkan selisih untuk pemberian subsidi tersebut belum jelas," tegas Husna.

Untuk itu, Husna meminta, penjelasan kenaikan listrik itu harus transparan. Dengan demikian, masyarakat akan lebih lega dengan penjelasan pemerintah tersebut.

"Selama ini keputusan PLN seringkali merugikan masyarakat. Coba saja lihat mengenai pemadaman listrik sementara kemarin, banyak industri yang mengalami kerugian besar," ungkap Husna.

Apalagi, tandas Husna, nanti jika listrik naik pasti tagihan listrik lebih mahal lagi. Tentu saja akan menjerat masyarakat kecil dan usaha kecil menenangah yang sedang mengembangkan perusahaannya.

"Perusahaan nantinya akan banyak yang rugi dan pada akhirnya akan gulung tikar. Sedangkan masyarakat kecil akan mengalami kesulitan membayar listrik," tegasnya.

Padahal, tambahnya, yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pelayanan PLN yang memuaskan masyarakat. Jangan sampai hal-hal yang tidk perlu dibebankan kepada masyarakat, misalnya saja dengan mengurangi subsidi listrik.

Purwono menjelaskan, akibat dari penundaan kenaikan TDL pada Januari ini, Kementerian Keuangan menaikkan anggaran subsidi listrik. "Menko sudah konsultasi kepada Presiden, tapi katanya saat ini bukan waktu yang tepat. Jadi kosekuensinya subsidi naik," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, pemerintah berencana melakukan pengalihan subsidi listrik secara bertahap mulai 2010 hingga 2014. Pengalihan subsidi ini bertujuan agar sasaran subsidi listrik lebih tepat yaitu kepada pelanggan kecil yaitu 450 -900 voltampere (Va). "Selama ini subsidi listrik pemanfaatannya kurang tepat, sehingga menyebabkan subsidi membengkak," kata purwono..

Mekanisme pengalihan subsidi ini, tuturnya, hanya dilakukan bagi pelanggan golongan mampu. Rencana menaikkan tarif listrik bagi PLN ini menuai kontroversi, terutama dari pelanggan. Pasalnya, pelayanan PLN kurang memuaskan. Banyaknya pemadaman inilah yang dituding sebagai penyebabnya. Akhir tahun lalu misalnya, Ibu Kota Jakarta harus rela byar pet hanya karena kerusakan transmisi di Cawang, Jakarta Timur.

Secara terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh menegaskan bahwa Pemerintah tidak akan menaikkan tarif dasar listrik dalam waktu dekat ini.

"Tidak benar tarif dasar listrik akan dinaikkan dalam waktu dekat ini, apalagi bila kita mencermati daya beli sebahagian rakyat kita masih terbatas," kata Darwin di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, saat ini pemerintah masih fokus pada peningkatan pelayanan dan kualitas keandalan pasokan listrik untuk masyarakat. Dikatakan Darwin, berbagai tahap finalisasi sejumlah pembangkit listrik baru akan diresmikan guna meningkatkan kualitas pasokan, setelah sebelumnya PLN mendapat tambahan sebesar 530 MW dari PLTU Labuan Banten dan Labuhan Angin yang diresmikan Presiden beberapa waktu lalu.

"Justru saat ini pemerintah sedang merumuskan untuk semakin mempertajam program subsidi yang tepat dan semakin pro rakyat," kata Darwin.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya juga mengatakan bahwa pada tahun ini pemerintah tidak akan menaikkan tarif dasar listrik dengan pertimbangan kemampuan masyarakat dan kualitas pasokan yang masih rendah. (junaedi/negara)

www.harianterbit.com


Kirim ke rekan  Kirim artikel ini ke teman  | Cetak naskah ini  Cetak halaman ini
Tarif listrik naik, rakyat makin susah | Log-in atau daftar username baru | 0 Komentar
Komentar adalah pernyataan yang dibuat oleh seseorang dari postingnya.
Hal tersebut tidak harus mencerminkan opini dari situs ini.

Yang Online: Ada 8 user yg belum daftar dan 0 user terdaftar
Situs resmi (Official Site) DPD PKS Jakarta Selatan. Online sejak Juni 2003. [hdn] + Postnuke. Seluruh artikel, gambar, dan sebagainya yang ada di dalam situs ini adalah milik DPD PKS Jakarta Selatan, dan boleh disebarluaskan untuk kepentingan da'wah dengan tetap mencantumkan URL situs ini dan pemiliknya.
Redaksi: redaksi at pks-jaksel.or.id - Webmaster: webmaster at pks-jaksel.or.id